Kamis, 04 Jun 2026 17:11 WIB

Eks Lokalisasi Moroseneng Surabaya Masih Beroperasi, PSK Raup Rp6 Juta per Minggu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Okt 2025 14:44 WIB

selalu.id – Aktivitas prostitusi di kawasan eks lokalisasi Moroseneng, Sememi Jaya II, Benowo, Surabaya, masih berlangsung meski secara resmi sudah ditutup. Sejumlah pekerja seks komersial (PSK) masih bertahan mencari penghidupan di wisma-wisma yang beroperasi secara terselubung.

 

Baca Juga: Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman

Salah satunya adalah Siska (26, nama samaran), seorang janda asal Bandung yang sudah dua bulan tinggal di sebuah kamar kos berukuran 3x4 meter di kawasan tersebut. Kamar itu sekaligus menjadi tempat ia melayani tamu.

 

“Saya terpaksa melakukan ini semua demi anak saya,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

 

Siska bercerita sebelumnya bekerja sebagai pemandu karaoke, namun penghasilan yang tidak menentu membuatnya menerima tawaran teman untuk masuk ke Moroseneng. Ia kini bisa melayani 4–6 pria setiap malam, dengan tarif Rp250 ribu sekali kencan. Dari jumlah itu, Rp100 ribu disetorkan ke mucikari, sisanya menjadi penghasilannya. Jika ramai, ia bisa mendapat Rp750 ribu per malam atau sekitar Rp6 juta per minggu.

 

“Jauh lebih besar daripada kerja pabrik. Kerjanya juga tidak berat, hanya menunggu tamu di kamar,” katanya.

Baca Juga: Dari Moroseneng ke Dolly, Cak Yebe Beberkan Pusat Prostitusi Surabaya

 

Meski demikian, pekerjaan itu penuh risiko. Beberapa tamu menolak menggunakan alat kontrasepsi atau berperilaku kasar saat mabuk. Siska mengaku tetap merasa lebih aman di lokalisasi dibanding mencari pelanggan lewat aplikasi.

 

“Kalau di aplikasi, kita tidak tahu siapa yang akan ditemui. Kalau di sini setidaknya lebih aman,” jelasnya.

 

Baca Juga: Dua Mucikari Ditangkap, DPRD Sebut Pemkot Surabaya Gagal Awasi Titik-titik Prostitusi

Ia menambahkan hanya berani menerima ajakan kencan di luar wisma dari pelanggan lama yang sudah dikenal. Hal itu dilakukan untuk menghindari tindak kriminal.

 

“Yang penting bisa makan, bisa kirim uang buat orang rumah,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.