Kamis, 04 Jun 2026 18:43 WIB

21 Pasangan di Luar Nikah Tejaring Razia Satpol PP Surabaya di Hari Valentine

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Feb 2022 22:44 WIB
Razia Satpol PP Surabaya
Razia Satpol PP Surabaya

selalu.id - Sebanyak 21 pasangan di luar nikah berhasil terjaring razia gabungan Satpol PP Kota Surabaya di hari Valentine, Senin (14/2/2022). Razia tersebut digelar bersama BPBD, jajaran kepolisian dan Kogartap III.

Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan razia tersebut menyasar hotel-hotel serta Rekreasi Hiburan Umum (RHU).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

"21 pasangan itu merupakan hasil sementara, karena teman-teman akan terus bergerak hingga malam. Operasi semacam ini akan terus dilakukan meskipun bukan Hari Valentine," kata Eddy.

Eddy menjelaskan, Razia gabungan yang digelar oleh Satpol PP Kota Surabaya itu dibagi ke beberapa tim yang menyebar ke seluruh penjuru Surabaya.

Saat tiba di hotel yang dirazia, lanjut dia, mereka mengetuk pintu hotel yang ada pengunjungnya, lalu para petugas Satpol PP itu dengan persuasif meminta kartu pengenalnya dan kalau bukan suami istri, mereka langsung diajak naik ke truk Satpol PP lalu dibawa ke kantor Satpol PP Surabaya.

"Mereka yang terjaring langsung kami bawa ke Mako Satpol PP Surabaya, lalu kita swab," ujarnya.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, jika hasil tes swab positif, langsung dibawa ke Hotel Asrama Haji, tetapi kalau negatif akan diberikan pembinaan lalu akan dipanggil orang tuanya untuk dikembalikan kepada keluarganya.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Menurut Eddy, warga yang terjaring razia itu sebenarnya sudah menyalahgunakan makna kasih sayang yang seharusnya welas asih kepada semua orang, terutama keluarga dan anak istri, terlebih masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, yang seharusnya mereka menyayangi diri sendiri dan keluarganya.

"Makanya, saat pembinaan itu kami juga akan minta mereka untuk membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak akan mengulangi kejadian serupa di masa mendatang, terutama di Hari Valentine," katanya.

Eddy juga memastikan bahwa razia serupa akan terus dilakukan di hotel-hotel atau losmen dan juga RHU yang melanggar aturan, apalagi saat ini Surabaya memasuki PPKM Level 2 dan kasus Covid-19 di Surabaya semakin naik.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Karenanya, ia mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk bersama-sama mencegah dan menekan pandemi Covid-19 ini.

Selain melakukan razia pengunjung hotel, Satpol PP Surabaya juga memberikan tanda silang pelanggaran kepada hotel-hotel yang terbukti melakukan pelanggaran izinnya dan juga protokol kesehatannya.

"Hotel dan penginapan itu harus sesuai perizinannya, bukan untuk tempat lainnya," terangnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Wabup Mimik ajak Pelajar Sidoarjo Bijak Gunakan Teknologi

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan bahwa nilai utama yang harus dimiliki setiap manusia adalah kebermanfaatan bagi sesama.

Perawat RS Waluyo Jati Probolinggo yang Ngaku Dibegal Itu Ternyata Hoaks, Alasannya Bikin Emosi

Diketahui sebelumnya, Nugroho, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku dibegal pada Senin (1/6/2026) malam.

Pecah Ban, Pikap Terguling di Tol SuMo 1 Tewas 2 Luka

pikap berwarna putih itu oleng lantaran sopir tidak bisa mengendalikan dan sempat menabrak guardrail atau pembatas jalan sisi kanan dan terguling.

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.