Rabu, 22 Jul 2026 04:33 WIB

21 Pasangan di Luar Nikah Tejaring Razia Satpol PP Surabaya di Hari Valentine

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 14 Feb 2022 22:44 WIB
Razia Satpol PP Surabaya
Razia Satpol PP Surabaya

selalu.id - Sebanyak 21 pasangan di luar nikah berhasil terjaring razia gabungan Satpol PP Kota Surabaya di hari Valentine, Senin (14/2/2022). Razia tersebut digelar bersama BPBD, jajaran kepolisian dan Kogartap III.

Kasatpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan razia tersebut menyasar hotel-hotel serta Rekreasi Hiburan Umum (RHU).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"21 pasangan itu merupakan hasil sementara, karena teman-teman akan terus bergerak hingga malam. Operasi semacam ini akan terus dilakukan meskipun bukan Hari Valentine," kata Eddy.

Eddy menjelaskan, Razia gabungan yang digelar oleh Satpol PP Kota Surabaya itu dibagi ke beberapa tim yang menyebar ke seluruh penjuru Surabaya.

Saat tiba di hotel yang dirazia, lanjut dia, mereka mengetuk pintu hotel yang ada pengunjungnya, lalu para petugas Satpol PP itu dengan persuasif meminta kartu pengenalnya dan kalau bukan suami istri, mereka langsung diajak naik ke truk Satpol PP lalu dibawa ke kantor Satpol PP Surabaya.

"Mereka yang terjaring langsung kami bawa ke Mako Satpol PP Surabaya, lalu kita swab," ujarnya.

Lebih lanjut Eddy menjelaskan, jika hasil tes swab positif, langsung dibawa ke Hotel Asrama Haji, tetapi kalau negatif akan diberikan pembinaan lalu akan dipanggil orang tuanya untuk dikembalikan kepada keluarganya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Eddy, warga yang terjaring razia itu sebenarnya sudah menyalahgunakan makna kasih sayang yang seharusnya welas asih kepada semua orang, terutama keluarga dan anak istri, terlebih masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, yang seharusnya mereka menyayangi diri sendiri dan keluarganya.

"Makanya, saat pembinaan itu kami juga akan minta mereka untuk membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak akan mengulangi kejadian serupa di masa mendatang, terutama di Hari Valentine," katanya.

Eddy juga memastikan bahwa razia serupa akan terus dilakukan di hotel-hotel atau losmen dan juga RHU yang melanggar aturan, apalagi saat ini Surabaya memasuki PPKM Level 2 dan kasus Covid-19 di Surabaya semakin naik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Karenanya, ia mengajak kepada warga Kota Surabaya untuk bersama-sama mencegah dan menekan pandemi Covid-19 ini.

Selain melakukan razia pengunjung hotel, Satpol PP Surabaya juga memberikan tanda silang pelanggaran kepada hotel-hotel yang terbukti melakukan pelanggaran izinnya dan juga protokol kesehatannya.

"Hotel dan penginapan itu harus sesuai perizinannya, bukan untuk tempat lainnya," terangnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.