Rabu, 21 Okt 2026 15:04 WIB

Festival Suadesa hingga Padi Biosalin, Cara PGN Dukung Ekonomi Lokal

selalu.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menegaskan komitmennya dalam menjalankan bisnis gas bumi secara bertanggung jawab dengan mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik serta program keberlanjutan di bidang sosial dan lingkungan.

 

Baca Juga: Kabar Gembira, PGN Siapkan Jargas Pipa untuk Pelaku UMKM di Trenggalek

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari kontribusi langsung kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

 

“Tata kelola perusahaan yang baik menjadi landasan penting bagi PGN untuk menyusun strategi dan kebijakan perusahaan. Keberhasilan PGN tidak hanya terukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari bagaimana keberadaan PGN mampu membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar,” kata Fajriyah.

 

Melalui program tanggung jawab sosial (CSR), PGN menggelar Festival Suadesa 2025 di Gasblock PGN Karangrejo, Borobudur, Magelang. Kegiatan tersebut melibatkan 40 UMKM lokal dan mendorong pertumbuhan usaha kuliner serta homestay warga di kawasan Borobudur.

 

Di pesisir utara Jawa Tengah, PGN bersama BRIN serta pemerintah daerah Semarang dan Jepara mengembangkan program Padi Biosalin. Program ini membantu petani memanfaatkan lahan dengan kadar garam tinggi agar tetap produktif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani pesisir.

 

Baca Juga: PGN Sabet Penghargaan IICD Corporate Governance Award 2026

PGN juga melaksanakan program Sister Dewa di Desa Pagar Dewa, Sumatera Selatan. Melalui inisiatif ini, petani karet dibantu dalam pengembangan pupuk organik, pembentukan koperasi, agroforestri, bank sampah, hingga program peningkatan produktivitas lainnya.

 

Selain itu, PGN menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup untuk sejumlah kegiatan, termasuk penyelamatan ekosistem Sungai Ciliwung serta aksi bersih pantai dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

 

Fajriyah menambahkan, program keberlanjutan juga dilakukan anak usaha dan afiliasi PGN. Pertamina Gas (Pertagas) menjalankan program CSR seperti Perkasa Bumiku (Operation West Java Area), Perempuan Lubuk Karet: Upscale Produk Nanas (Operation Central Sumatera Area), dan Pusaka Tirta (Operation South Sumatera Area). Sementara PT Nusantara Regas mengembangkan program Muka Bule: Muara Angke Budidaya Lele.

Baca Juga: Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

 

Di Kabupaten Gresik, PGN Saka membantu masyarakat dalam pemulihan ekosistem mangrove. Beberapa lokasi bahkan berkembang menjadi ekowisata mangrove yang membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

 

“Dengan komitmen yang kuat dalam hal keberlanjutan, diharapkan memacu semangat PGN untuk terus tumbuh sebagai perusahaan yang kompeten, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Fajriyah.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.