Mulai 1 Oktober Pemkot Bakal Datangi Semua Rumah Keluarga Surabaya, Ada Apa
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 28 Sep 2025 15:38 WIB
Selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mempersiapkan langkah besar dalam membangun basis data tunggal.
Nantinya seluruh keluarga akan disisir petugas door-to-door melalui program Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada 1–31 Oktober 2025.
Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa
Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menyebut bahwa saat ini petugas tengah mengikuti pelatihan intensif pada 25–28 September 2025.
Ia menegaskan program ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya kebijakan yang tepat sasaran.
DTSEN adalah program strategis pemerintah untuk menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” tegas Fikser, Minggu (28/9/2025).
Fikser menjelaskan, pemutakhiran data ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menciptakan Satu Data untuk semua program pemerintah, mulai dari subsidi hingga perlindungan sosial. Kedua, memastikan program lebih tepat sasaran.
“Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error,” tegasnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi
Ketiga, lanjutnya, menyediakan data mutakhir untuk mendukung perencanaan pembangunan jangka panjang.
“Khususnya dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis bukti (evidence-based),” imbuhnya.
Mulai 1 Oktober, kata Fikser, petugas yang sudah dilatih akan mendatangi rumah-rumah warga. Pendataan dilakukan lewat wawancara singkat mengenai identitas keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga sarana prasarana rumah tangga.
Seluruh data dikumpulkan secara digital melalui aplikasi resmi BPS FASIH-Mobile, lengkap dengan pengambilan foto rumah dan pencatatan lokasi menggunakan geotag.
Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji
“Petugas yang telah dilatih akan melakukan wawancara singkat untuk mengumpulkan data penting, meliputi identitas keluarga dan anggota keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Serta, sarana prasarana rumah tangga,” jelas Fikser.
Lebih lanjut Fikser menegaskan, kerahasiaan data warga terjamin dalam proses DTSEN ini.
“Partisipasi warga sangat menentukan. Data yang lengkap akan membuat program pembangunan di Surabaya semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Redaksi