Sabtu, 05 Sep 2026 18:34 WIB

Mulai 1 Oktober Pemkot Bakal Datangi Semua Rumah Keluarga Surabaya, Ada Apa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Sep 2025 15:38 WIB

Selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mempersiapkan langkah besar dalam membangun basis data tunggal. 

Nantinya seluruh keluarga akan disisir petugas door-to-door melalui program Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada 1–31 Oktober 2025.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menyebut bahwa saat ini petugas tengah mengikuti pelatihan intensif pada 25–28 September 2025. 

Ia menegaskan program ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya kebijakan yang tepat sasaran.

DTSEN adalah program strategis pemerintah untuk menyatukan data kependudukan dan sosial ekonomi warga dengan mencocokkannya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK),” tegas Fikser, Minggu (28/9/2025).

Fikser menjelaskan, pemutakhiran data ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, menciptakan Satu Data untuk semua program pemerintah, mulai dari subsidi hingga perlindungan sosial. Kedua, memastikan program lebih tepat sasaran.

 “Tanpa data terbaru, bantuan sosial akan berisiko salah sasaran. Ini adalah upaya kami meminimalisir inclusion error dan exclusion error,” tegasnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Ketiga, lanjutnya, menyediakan data mutakhir untuk mendukung perencanaan pembangunan jangka panjang. 

“Khususnya dalam merancang intervensi di sektor kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan berbasis bukti (evidence-based),” imbuhnya.

Mulai 1 Oktober, kata Fikser, petugas yang sudah dilatih akan mendatangi rumah-rumah warga. Pendataan dilakukan lewat wawancara singkat mengenai identitas keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, hingga sarana prasarana rumah tangga.

Seluruh data dikumpulkan secara digital melalui aplikasi resmi BPS FASIH-Mobile, lengkap dengan pengambilan foto rumah dan pencatatan lokasi menggunakan geotag.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

“Petugas yang telah dilatih akan melakukan wawancara singkat untuk mengumpulkan data penting, meliputi identitas keluarga dan anggota keluarga, kondisi rumah, pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan. Serta, sarana prasarana rumah tangga,” jelas Fikser.

Lebih lanjut Fikser menegaskan, kerahasiaan data warga terjamin dalam proses DTSEN ini.

“Partisipasi warga sangat menentukan. Data yang lengkap akan membuat program pembangunan di Surabaya semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.