Rabu, 04 Feb 2026 12:55 WIB

Lapangan Legendaris PS Nanggala Terseret Konflik, DPRD Surabaya Minta Jangan Korbankan Sepak Bola

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 22 Sep 2025 17:43 WIB

selalu.id – Konflik pengelolaan Lapangan Klomrojoyo Dukuh Menanggal atau yang dikenal sebagai Lapangan PS Nanggala kembali mencuat. Persoalan ini resmi disampaikan ke Komisi B DPRD Surabaya pada Senin (22/9/2025).

 

Baca Juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Sejak awal, lapangan dikelola melalui LPMK setempat. Pada 17 September 2024, dibentuk kepengurusan baru bernama Perkumpulan Insan Bola Dukuh Menanggal yang terdaftar di Kemenkumham. Namun, pada 6 Agustus 2025, Lurah Dukuh Menanggal menunjuk pengurus baru untuk menggantikan kepengurusan lama yang masih sah secara hukum.

 

Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Yuga Pratisabda Widyawasta, meminta agar konflik ini tidak merusak tradisi panjang PS Nanggala sebagai kawah candradimuka pesepakbola Surabaya.

 

“Lapangan Nanggala ini punya sejarah panjang, melahirkan banyak bibit sepak bola untuk kota ini. Tapi di Porprov kemarin, tidak ada satupun pemain PS Nanggala yang mewakili Surabaya. Kami khawatir masalah non-teknis ini justru mematikan regenerasi,” kata Yuga.

 

Ia mendorong semua pihak duduk bersama mencari solusi, bukan mempertahankan kepentingan masing-masing.

 

Baca Juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

“Ayo mikir sepak bolanya, mikir bibitnya. Jangan malah ribut soal siapa yang ngelola, sehingga pembinaan terbengkalai,” ujarnya.

 

Sementara itu, R. Sunarto, salah satu pendiri Insan Bola Dukuh Menanggal sekaligus penasehat pengelolaan, menegaskan pihaknya tidak memiliki kepentingan pribadi. Menurutnya, pengelolaan selama ini tetap fokus pada pembinaan.

 

“Setiap Minggu pagi lapangan khusus untuk SSB. Warga Dukuh Menanggal kami beri jatah main Kamis dan Minggu sore. Sisanya disewakan untuk menutup biaya perawatan yang tidak sedikit,” jelasnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

 

Sunarto menyebut sudah dua kali mengajukan legalitas ke BPKAD Surabaya, namun hingga kini belum ada jawaban. Meski begitu, ia menegaskan lapangan tetap akan dirawat dan dimanfaatkan agar tidak terbengkalai.

 

“Kami hanya ingin lapangan ini dikelola dengan benar, tidak jatuh ke tangan yang salah. Anak-anak SSB dan pecinta bola Surabaya harus tetap punya tempat untuk berlatih,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenal lebih dekat pada dunia pendidikan tinggi.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

"Saat ini seluruh kegiatan operasional berjalan lancar dan terus dipantau secara intensif," kata Branch Manager Terminal Jamrud, Nilam Mirah Muh Junaedhy.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.