Kamis, 24 Sep 2026 21:36 WIB

Yona Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Keluhkan Tak Ada Anggaran Sedekah Bumi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 07 Sep 2025 19:18 WIB

Selalu.id – Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar meriah oleh warga Dukuh Watulawang, RT 01 RW 06, Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Minggu (7/9/2025).

Acara ini turut dihadiri Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, Camat Sambikerep Iin Trisnoningsih, Lurah Made Widodo Hadi Santoso, serta jajaran ketua RW.

Baca Juga: Karangan Bunga Bernada Satir Kepung Dinas Dinkopumdag Surabaya

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona yang disapa akrab Cak Yebe itu mengajak warga menjaga kondusivitas Kota Surabaya melalui penguatan nilai-nilai Kampung Pancasila.

“Saya mengajak seluruh warga Dukuh Watulawang untuk bersama-sama menjaga Kota Surabaya dengan memperkuat semangat kampung Pancasila,” ujar Cak Yebe

Menurutnya, gotong royong, sikap tenggang rasa, dan tepo sliro harus terus dipupuk agar lingkungan tetap harmonis. Ia juga mendorong warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk membantu sesama.

“Bagi warga yang diberikan kemampuan ekonomi lebih, mari ikut membantu warga yang kekurangan. Kita kuatkan Surabaya agar selalu dalam situasi yang guyub rukun,” tutur Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini.

Cak Yebe mengingatkan, situasi sosial yang tidak kondusif bisa langsung memukul perekonomian masyarakat. “Kalau situasi kurang kondusif, perekonomian kita justru semakin memburuk, cari makan pun jadi susah,” tegasnya.

Selain soal nilai kebersamaan, ia juga menyerap aspirasi warga terkait sulitnya akses anggaran dari Pemkot Surabaya untuk kegiatan Sedekah Bumi. Banyak RW disebutnya masih terkendala administrasi.

Baca Juga: Timbun Saluran Air Hampir 20 Tahun, Bangunan Liar di Pasar Bratang Surabaya Dibongkar

“Fakta di lapangan, banyak RW mengaku kesulitan mendapat suport anggaran. Padahal kegiatan ini punya nilai penting dalam menjaga kebersamaan,” ungkapnya.

Menurut Cak Yebe, alokasi anggaran di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) lebih banyak terserap untuk kegiatan kesenian tradisional, meskipun aksesnya tidak mudah.

“Itupun tidak mudah karena harus melalui rekomendasi Disbudporapar, sehingga banyak panitia lokal tidak bisa langsung mengakses,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan, ia ikut membantu pelaksanaan Sedekah Bumi di 12 titik wilayah Sambikerep selama September 2025. 

Baca Juga: Influenza A Naik di Surabaya, Dinkes Minta Warga Tak Merespon Berlebihan

“Sedekah bumi bukan hanya ritual, tapi warisan budaya dan perekat persaudaraan. Pemerintah dan masyarakat seharusnya berjalan bersama untuk menjaganya,” katanya.

Acara Sedekah Bumi di Dukuh Watulawang berlangsung penuh kekeluargaan, dengan doa bersama, penampilan kesenian tradisional, hingga pembagian tumpeng.

“Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen dan kesejahteraan yang diterima warga. Mari kita rawat dan jaga bersama, agar Kota Surabaya tidak kehilangan identitasnya,” pungkas Cak Yebe.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.