Senin, 09 Nov 2026 02:45 WIB

Wali Kota Mojokerto Cup Ju-Jitsu 2026 Resmi Dibuka, Cetak Atlet Unggulan hingga Dongkrak Ekonomi

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka turnamen Jujitsu. (Foto: Supri/selalu.id).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka turnamen Jujitsu. (Foto: Supri/selalu.id).

selalu.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari resmi membuka Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 di GOR Seni Majapahit, Jumat (24/7/2026).

Kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (26/7/2026) ini merupakan kolaborasi Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mojokerto, sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto.

Baca Juga: Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto

Melalui turnamen ini, Ning Ita sapaan akrab wali kota akan mampu melahirkan bibit-bibit atlet bela diri unggulan baru dari lokal Mojokerto yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.

"Kota Mojokerto sudah sempat mendapatkan medali emas pada turnamen PON Beladiri yang mewakili Jawa Timur. Ini merupakan sebuah kebanggaan," katanya.

"Dengan saat ini kita menjadi tuan rumah pada Wali Kota Cup Ju-Jitsu ini, atlet-atlet yang berprestasi akan lebih banyak lagi. Muncul bibit-bibit atlet baru ke depannya, sehingga akan semakin banyak lahir SDM berprestasi khususnya di bidang olahraga Ju-Jitsu tentunya dari putra daerah," tambah Ning Ita.

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas antusiasme para peserta. Menurut Ning Ita, kejuaraan yang diikuti lebih dari 300 atlet dari 25 klub, mewakili 15 kabupaten/kota di tujuh provinsi di Indonesia, bahkan diikuti atlet mancanegara dari Filipina dan Timor Leste ini tidak hanya menjadi ajang penjaringan bibit atlet berprestasi. 

Baca Juga: Polisi Bongkar Pabrik Oli Palsu Beromzet Rp260 Juta di Mojokerto, Ini Mereknya

Tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian daerah melalui meningkatnya kunjungan peserta beserta pendamping ke Kota Mojokerto.

"Turnamen kali ini kita harapkan mampu memberi dampak positif bagi perekonomian Kota Mojokerto melalui kehadiran ratusan atlet dari berbagai daerah. Pelaku UMKM, pengusaha kuliner, perhotelan, hingga transportasi tentu akan merasakan manfaatnya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Margi Waluyo, menjelaskan bahwa turnamen ini mempertandingkan sekitar 160 kelas dari 5 kategori utama, yaitu Show System, Fighting System, Newaza, Contact Ju-Jitsu, dan kelas Master. 

Baca Juga: Sindikat Scamming Internasional Dibongkar di Mojokerto, 23 WNA Diimingi Gaji 1000 US Dolar

Kategori usia yang dilombakan mencakup kelompok anak-anak (mulai usia 8 tahun), remaja, dewasa, hingga senior.

"Pada hari pertama ini, kita fokus pada kelas Fighting System untuk kategori Festival Turnamen. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, pertandingan akan berlanjut ke kelas Open Turnamen untuk berbagai kategori lainnya," terangnya.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap olahraga ju-jitsu semakin berkembang, mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat posisi Kota Mojokerto sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga berskala nasional maupun internasional.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.