Sabtu, 06 Jun 2026 12:43 WIB

80 Karya Siswa Meriahkan Gelar Karya SMP Labschool Unesa 3 di Ciputra World

Gelar Karya bertajuk “Dream it, Make it, Be it!”
Gelar Karya bertajuk “Dream it, Make it, Be it!”

selalu.id - Sebanyak 80 karya orisinal siswa kelas 9 SMP Labschool Unesa 3 Surabaya ditampilkan dalam Gelar Karya bertajuk “Dream it, Make it, Be it!” sebagai puncak proyek kelulusan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Kurikulum Merdeka. Acara ini berlangsung selama dua hari di Mall Ciputra World Surabaya.

 

Baca Juga: Pesantren Kilat SMP Labschool Unesa Diwarnai Belajar Merawat Jenazah

Kepala SMP Labschool Unesa 3, Dian Hijrah Saputra, menyebut kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan ruang bagi siswa untuk menunjukkan potensi, ide, dan inovasi yang telah mereka kembangkan selama satu semester.

 

“Karya yang dihasilkan tahun ini jauh lebih beragam dan inovatif. Seluruh produk dipresentasikan langsung oleh siswa kepada dewan juri,” ujar Dian, Selasa (3/6).

 

Beragam tema mewarnai karya yang ditampilkan, mulai dari teknologi, seni dan mode, hingga produk ramah lingkungan. Beberapa di antaranya adalah Smart Home berbasis digital, busana rancangan sendiri, lagu orisinal, komposter vertikal, hingga makanan sehat seperti bakso tanpa bahan pengawet.

 

Karya di bidang literatur dan edukasi pun tak kalah menarik, seperti flash card huruf Jepang Hiragana, buku cerita anak, hingga produk bertema arsitektur dan inovasi, seperti Exo Enzim Shampo dan simulasi abrasi pantai sebagai media edukasi kebencanaan.

 

Dian menambahkan, siswa tak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mempertanggungjawabkan ide mereka lewat sesi presentasi. “Juri akan menggali pemahaman mereka. Kalau karyanya bukan buatan sendiri, akan terlihat. Ini bagian dari proses pembelajaran tanggung jawab,” jelasnya.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, SMP Labschool Unesa 3 Surabaya Terapkan Program Excellent Class

 

Ia menekankan, kegiatan ini bukan hanya proyek kelulusan, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter pelajar sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila: kreatif, mandiri, peduli lingkungan, dan mampu bekerja sama.

 

“Yang ingin kami tanamkan adalah kemampuan menghubungkan teori dengan praktik nyata. Bukan hanya tahu, tapi bisa membuat dan menjelaskan,” tegasnya.

 

Baca Juga: SMP Labschool UNESA 3 Gelar Khotmul Qur’an dan Imtihan UMMI ke-4

Antusiasme juga datang dari para wali murid. Retno, orang tua siswa kelas 7, menilai kegiatan ini membuka wawasan anak dan orang tua tentang pentingnya pengembangan soft skill sejak dini.

 

“Anak-anak belajar berpikir kritis, berkomunikasi, dan berani tampil. Pengalaman seperti ini akan berguna hingga jenjang SMA bahkan kuliah,” ujar Retno.

 

Ia juga mengapresiasi partisipasi siswa kelas 7 dan 8 yang diajak menyaksikan proses presentasi. “Sebagai orang tua siswa kelas tujuh, saya merasa lebih siap mendampingi anak saat mereka juga menghadapi proyek kelulusan nanti,” tambahnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.