Eri Sebut Curonmor Akibat Warga Luar Kota Surabaya, DPRD: Jangan Asal Tuduh

Reporter : Ade Resty

Selalu.id – Pernyataan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang menyebut maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Pahlawan berasal dari pelaku luar daerah. 

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, meminta Eri untuk berhati-hati dan cermat dalam memberikan pernyataan yang menyangkut warga daerah lain. Menurutnya, pernyataan seperti itu seharusnya dilandasi oleh data statistik yang valid.

Baca juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

“Kalau bilang pelaku curanmor bukan warga Surabaya, harusnya disampaikan dengan dasar yang kuat. Apakah sudah ada data statistik pelakunya? Apakah benar mereka berasal dari luar kota?” ujar Cahyo, Minggu (174/2025)

Politikus yang akrab disapa Cahyo itu menilai, bila memang data tersebut ada, sebaiknya tidak diumbar ke publik. Justru akan lebih bijak jika digunakan sebagai dasar untuk berkoordinasi secara tertutup dengan pemerintah daerah asal pelaku.

“Kalau memang betul pelakunya dari luar kota, lebih baik datanya digunakan untuk komunikasi internal antar pemerintah daerah. Kita ajak pemerintah kabupaten/kota tetangga duduk bersama, cari solusi, bukan disampaikan begitu saja di ruang publik,” tegasnya.

Baca juga: DPRD Soroti Reklame di Taman Median Jalan Surabaya

Cahyo menekankan pentingnya analisis yang mendalam sebelum menarik kesimpulan dan menyampaikannya ke masyarakat. Sebab, menurutnya, tanpa data yang valid, pernyataan semacam itu bisa menimbulkan kesan diskriminatif dan menyudutkan daerah lain.

Meski begitu, ia tetap mendukung penegakan hukum yang adil bagi siapa pun pelakunya. “Siapa pun pelakunya, dari mana pun asalnya, kalau melanggar hukum ya harus ditindak sesuai aturan. Tapi jangan sampai ucapannya melukai perasaan daerah tetangga,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam acara Halalbihalal On The Air di Radio Suara Surabaya, Jumat (11/4), Wali Kota Eri Cahyadi menyebut maraknya curanmor di Surabaya bukan dilakukan oleh warganya sendiri.

Baca juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

“Yang mengambil juga bukan warga Surabaya masalahnya. Karena warga Surabaya ini tenang, luar Surabaya yang bergerak. Makanya saya selalu bilang, warga Surabaya harus waspada,” ujar Eri.

Menurut Eri, Surabaya menjadi sasaran pelaku kejahatan karena dinilai sebagai kota yang sejahtera, sehingga lebih potensial menjadi target tindak kriminal seperti pencurian kendaraan bermotor.

Editor : Yasin

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru