Selalu.id – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) menyebut bahwa banjir atau genangan yang terjadi pada Jumat (29/11/12024) lalu, disebabkan oleh sumbatan saluran air akibat potongan kabel utilitas dan penolakan warga terhadap rencana pembangunan jembatan.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, menyebutkan tiga lokasi yang terdampak genangan, yaitu Jalan Kedungdoro, Jalan Kupang Baru, dan Jalan Manukan Lor.
Di kawasan Jalan Kedungdoro, genangan terjadi karena aliran air menuju Rumah Pompa Jalan Kenari tersumbat oleh potongan kabel utilitas.
“Sisa pembungkus kabel yang dipotong-potong menyumbat saluran air, sehingga muncul genangan di beberapa titik Jalan Kedungdoro bagian utara,” jelas Windo, Minggu (31/11/2024).
Ia menambahkan, meski kawasan tersebut sebelumnya bebas dari genangan sejak 2022, kejadian kali ini menjadi yang pertama akibat penyumbatan saluran. Upaya pembersihan telah dilakukan, namun beberapa bagian masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Genangan di Jalan Kupang Baru disebabkan oleh aliran air deras dari hulu yang meluap akibat jembatan yang terlalu rendah.
Untuk mengatasi masalah ini, DSDABM berencana meninggikan jembatan di kawasan tersebut. Namun, rencana tersebut ditunda karena penolakan warga.
Baca juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan
“Warga meminta kajian lebih mendalam karena mereka khawatir pembangunan jembatan justru akan memperparah genangan di wilayah mereka,” kata Windo.
Meski demikian, DSDABM memastikan proyek tersebut tetap akan dilaksanakan pada tahun 2025 setelah dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan masyarakat sekitar.
Di Jalan Manukan Lor, genangan terjadi karena sedimen yang menyumbat saluran air. Menurut Windo, air tertahan di dataran tinggi sementara dataran rendah seperti Jalan Kyai Amir dan Jalan Manukan Tama tetap kering.
Baca juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
“Sedimen ini memperlambat aliran air. Minggu (1/12/2024), kami akan menurunkan alat berat dan tim satgas untuk menelusuri dan membersihkan area tersebut,” ungkapnya.
Memasuki musim penghujan, Pemkot Surabaya telah memetakan titik rawan genangan dan menyiapkan langkah antisipasi. Tim mobil pompa, penjaga Rumah Pompa, dan satgas penelusuran saluran telah disiagakan.
“Kami bergerak cepat untuk mengatasi genangan di lapangan. Koordinasi dengan masyarakat juga terus dilakukan agar solusi yang diterapkan berjalan efektif,” pungkas Windo.
Editor : Redaksi