selalu.id - Mundurnya Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto dari kursinya, tak berpengaruh pada DPD Partai Golkar Kota Surabaya. Khususnya, menjelang Pilkada Surabaya 2024.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni mengatakan, bahwa sosok mantan Ketua Umum Airlangga sudah menancapkan nilai-nilai baik dalam partai tersebut. Bahkan memberikan torehan prestasi di pemilihan umum sebelumnya.
"Tentu Golkar Kota Surabaya menghaturkan terimakasih, karena di masa beliau menjabat Ketua Umum faktanya prestasinya meningkat luar biasa dalam Pemilu legislatif 2024 yang lalu," ujar Arif Fathoni, kepada selalu.id, Selasa (13/8/2024).
Toni pun menjelaskan, tak ada dampak signifikan dari langkah yang diambil oleh Airlangga.
"Saya pikir tidak akan berdampak apapun, karena Golkar memiliki mekanisme yang ketat soal itu, dan capaian prestasi yang dihasilkan oleh Ketua Umum ini, akan menjadi lecutan semangat, kepemimpinan lanjutan kemenangan dalam Pemilukada 2024, dan kemenangan Pemilu Presiden serta Legislatif tahun 2029," terangnya.
Selain itu, pergantian Kursi ketua umum DPP Partai Golkar juga tak berdampak pada perhelatan Pemilukada Kota Surabaya.
"Insyaallah tidak mempengaruhi Pilwali Surabaya, karena apa? Karena konsolidasi partai terus berlanjut, ini kan hanya regenerasi kepemimpinan di Golkar," ucap Toni.
"Saya pikir senior-senior di Partai Golkar sudah membuat konsesius soal itu, kita menyadari, kita menyongsong Pemilukada 2024," imbuhnya.
Dalam perpindahan kepemimpinan Golkar, tak akan serta-merta mempengaruhi kedudukan di daerah-daerah, khususnya di Kota Pahlawan.
"Tentu Partai Golkar sudah menargetkan untuk menang 60 persen, dengan kepemimpinan yang baru, capaian yang dihasilkan oleh Ketua Umum Airlangga mengundurkan diri ini menjadi semangat, agar Ketua Umum yang baru bisa mengantarkan kemenangan di Pemilukada 2024," bebernya.
Dalam kesempatan ini, Toni bahkan sempat menjelaskan peluang pasangan Eri-Armuji menang di Pemilukada Kota Surabaya masih cukup besar.
"Survei tahap 2, elektabilitas Eri-Armuji masih di atas 60 persen ya, jadi artinya kinerja pemerintahan Eri-Armuji ini mendapat apresiasi yang luar biasa pada masyarakat Surabaya, sehingga elektabilitas beliau melesat jauh dibandingkan tokoh-tokoh yang dianggap berpotensi maju dalam Pemilukada Kota Surabaya," tandasnya.
Baca juga: Lindungi Predikat Kota Layak Anak, DPRD Surabaya Desak Izin Black Owl Dicabut
Editor : Ading