selalu.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya bergerak memburu pengendara motor yang meminta uang dengan mengetuk mobil di lampu merah. Aksi ini sudah Viral dan meresahkan masyarakat.
Aksinya tersebut diketahui dari video yang beredar diunggah oleh akun intagram @ini_Surabaya. Dalam rekaman video itu, aksi pengendara motor itu disebut berada kawasan MERR dan di Jalan Dr Soetomo, Surabaya.
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Tak hanya itu saja, pengendara ini berulang kali melakukan hal serupa di di beberapa lokasi, salah satunya di Jalan Polisi Istimewa.
Dalam rekaman video itu memperlihatkan salah satu pengemudi mobil mengeluarkan sejumlah uang, sembari membuka sedikit kacanya. Video itu tampak terpotong dan pengendara motor yang memakai helm bewarna biru itu langsung meninggalkan lokasi.
"Minta uang Rp98 ribu, adek saya mau melahirkan katanya. Jangan dikasih seharusnya," kata wanita dalam video yang diunggah, Kamis (14/12/2023), lalu.
Menanggapi hal itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Muhammad Fikser mengatakan, telah melihat video aksi meresahkan tersebut. Saat ini, pihaknya juga tengah mencari pelaku yang terekam.
"Kita sudah tahu, kita tahunya dari media sosial," kata Fikser saat dihubungi, Minggu (17/12/2023).
Baca juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya
Sebab itu, Fikser meminta bantuan kepada masyarakat, agar segera melapor jika bertemu kasus tersebut. Nantinya, petugas akan langsung ke lokasi untuk menangkap pelaku.
"Saran kami, kalau ada warga yang (menjadi korban) begitu, bisa hubungi (command center) 112. Biar kita tahu lokasinya (pelaku) sehingga kita bisa merapat ke lokasi," tutupnya.
Fikser menegaskan dirinya telah memerintahkan anggota Satpol PP agar memperhatikan pengendara sepeda motor yang tingkahnya mencurigakan. Namun, pelaku hingga sekarang masih belum ditemukan.
Baca juga: Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga
"Kita sudah sebar fotonya (pelaku) di media sosial, kita juga berjaga dan berputar-putar ke setiap perempatan kita mengawasi . Tapi perempatan ini banyak dan pelaku pindah-pindah," jelasnya.
Lebih lanjut Fikser meminta bantuan kepada masyarakat, agar segera melapor jika bertemu kasus tersebut. Nantinya, petugas akan langsung ke lokasi untuk menangkap pelaku.
"Saran kami, kalau ada warga yang (menjadi korban) begitu, bisa hubungi (command center) 112. Biat kita tahu lokasinya (pelaku) sehingga kita bisa merapat ke lokasi," tutupnya.
Editor : Arif Ardianto