selalu.id - PT HM Sampoerna Tbk memantapkan perusahaannya sebagai pemimpin industri tembakau di Indonesia dengan memaksimalkan nilai investasi dan serapan tenaga kerja yang signifikan.
Oleh karenanya, Sampoerna berencana melakukan penyerapan puluhan ribu tenaga kerja baru wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat untuk fasilitas produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT).
Baca juga: Cukai Rokok Naik, Begini Respon DPR RI
Presiden Direktur Sampoerna, Vassilis Gkatzelis mengatakan sejalan dengan tren pemulihan segmen SKT. Pihaknya, akan merealisasikan rencana akan dimulai dengan pembukaan fasilitas produksi baru SKT Sompoerna yang sekaligus upaya Sampoerna meningkatkan kualitas.
"Penyerapan tenaga kerja ini akan secara langsung membuka lapangan kerja baru, sekaligus juga menciptakan efek berganda bagi masyarakat setempat," kata Vassilis, Rabu (22/11/2023).
Nantinya, realisasi rencana tersebut akan dimulai di Kota Blitar, Jawa Timur, dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Semester 1 2024.
Kata dia saat ini pemilihan lokasi dan proses persiapan tengah dilakukan di kedua area tersebut, termasuk rencana perekrutan karyawan.
“Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama 110 tahun di Indonesia, penambahan fasilitas produksi SKT Sampoerna melalui investasi mencapai Rp638 miliar (sekitar US$42 juta) akan memperkuat portofolio SKT Sampoerna yang telah dimulai sejak tahun 1913. Dengan pembukaan fasilitas produksi SKT dan tambahan tenaga kerja baru, kami optimistis bahwa langkah Sampoerna ini akan meningkatkan kesempatan kerja di sektor formal bagi masyarakat setempat sekaligus menciptakan multiplier effect yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan di wilayah-wilayah tersebut,” kata Vassilis.
Sompoerna juga mengapresiasi upaya Pemerintah untuk menjaga iklim usaha dan investasi yang kondusif serta terprediksi di Indonesia, termasuk kebijakan yang mendorong kinerja sektor padat karya SKT.
"Upaya ini secara langsung berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja di sektor formal dan perputaran ekonomi daerah yang selanjutnya turut meningkatkan perekonomian nasional,” ujarnya
Vassilis juga menyampaikan bahwa Sampoerna telah melaporkan rencana ini kepada Kepala Daerah dan Dinas terkait setempat wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Tegal.
"Kami berharap dukungan pemerintah daerah maupun pusat terus berlanjut dalam bentuk kebijakan yang mendukung sektor industri padat karya SKT,” ucapnya.
Lebih lanjut Vassilis menuturkan, saat ini Sampoerna mengoperasikan 4 fasilitas produksi SKT di Surabaya, Malang, dan Probolinggo. Kemudian, 2 fasilitas produksi sigaret mesin di Pasuruan dan Karawang.
Lalu serta 1 fasilitas produksi produk tembakau inovatif bebas asap di Karawang. Selain itu, Sampoerna juga bermitra dengan 38 Mitra Produksi Sigaret (MPS) yang tersebar di 28 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa.
MPS dimiliki dan dioperasikan oleh pengusaha daerah dan/atau koperasi setempat untuk memproduksi merek-merek SKT Sampoerna.
Total tenaga kerja Sampoerna saat ini, lanjutnya, telah mencapai lebih dari 76.000 orang, secara langsung dan tidak langsung, di mana sekitar 90 persen di antaranya adalah pekerja fasilitas produksi SKT.
Tak hanya itu, pembukaan fasilitas produksi SKT Sampoerna di Kota Blitar dan Kabupaten Tegal, juga akan terjadi penambahan serapan puluhan ribu tenaga kerja baru yang dilakukan oleh MPS di Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
"Nanti akan ada penambahan 5 MPS baru yang akan berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah di Semester 1 tahun 2024,"jelasnya
Diketahui tahun 2024, mitra Sampoerna dalam memproduksi SKT Sampoerna akan menjadi 43 MPS yang tersebar di di Pulau Jawa.
Penambahan fasilitas produksi Sampoerna maupun MPS tidak saja akan menambah kemitraan dengan pengusaha daerah/koperasi setempat serta total serapan tenaga kerja, namun juga akan meningkatkan penyerapan bahan baku tembakau dan cengkih dari petani Indonesia.
"Apalagi, penggunaan bahan baku rokok buatan tangan membutuhkan dua kali lebih banyak tembakau dan cengkih dibandingkan rokok buatan mesin,” tambahnya
Ia berharap, dengan ada rencana penyerapan baru Sampoerna konsisten mendukung kesejahteraan para karyawan SKT.
“Kami bangga dengan penciptaan nilai yang dilakukan oleh Sampoerna selama 110 tahun. Karyawan SKT kami didominasi oleh perempuan yang mayoritasnya mengemban peran ganda sebagai tulang punggung keluarga,” tutupnya.
Baca juga: Cukai Naik, Bagaimana Nasib Industri Rokok di Tahun 2024?
Editor : Ading