Wali Kota Eri Ancam Copot Kepala Dinas yang Suka Beli Produk Impor

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Surabaya didedikasikan untuk produk dalam negeri. Eri Ancam copot Kepala Dinas yang ketahuan suka membeli barang impor.

Eri menjelaskan APBD Surabaya, mengoptimalkan belanja APBD untuk usaha mikro dan kecil (UMK) dan produk dalam negeri (PDN).

Baca juga: Curi Uang di Pesawat, Dua WNA Asal China Diamankan di Bandara Juanda Surabaya

"Pokoknya kita pilih produk dengan komponen dalam negeri yang besar. Jangan sampai APBD justru untuk beli barang impor, kecuali memang yang belum bisa produksi di dalam negeri,"tegas Eri, Rabu (30/11/2022).

Meski begitu, Eri menegaskan kepada pejabat lingkungan Pemkot Surabaya terutama Kepala Dinas untuk tidak membeli produk impor. Bahkan, Ia akan mengancam bakal mencopot jabatan mereka.

"Kalau ada kepala dinas yang masih suka beli produk impor, padahal ada produksi dalam negerinya, akan langsung saya copot," ancamnya.

Lebih lanjut Eri menjelaskan, APBD Surabaya tahun 2023 bakal mengalokasikan belanja Rp 3 triliun untuk sektor UMKM. Sehingga, ia mengimbau untuk untuk memanfaatkan UMKM.

"Ini uangnya rakyat kok. Bukan uangnya wali kota. Harus kembali ke rakyat, ke UMKM. UMKM ayo persiapkan diri. Lengkapi dengan legalitas. Nanti bisa nikmati kue APBD Surabaya," ujarnya.

Baca juga: TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Saat ini, belanja APBD Kota Surabaya untuk UMK dan PDN tercatat yang terbesar se-Indonesia. Tercatat, belanja APBD Surabaya untuk UMK per 25 November 2022 telah mencapai Rp1,2 triliun. Sedangkan belanja untuk PDN tembus di angka Rp1,7 triliun.

Data tersebut diungkap oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga tengah memperdayakan UMKM dengan melakukan prorgra 'Rumah Padat Karya' yang tersebar di berbagai kelurahan di Surabaya.

Baca juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Aset-aset Pemkot Surabaya, lanjutnya, yang idle alias menganggur disulap menjadi 'Rumah Padat Karya' untuk memberdayakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Ada untuk kafe, barbershop, laundry, cuci motor, produksi kue, destinasi wisata, lahan pertanian-perikanan, dan sebagainya. Program ini telah menyerap ribuan warga MBR,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru