selalu.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan inovasi lampu canggih otomatis bernama Automorse.
Inovasi tersebut dikhususkan membantu TNI Angkatan Laut (AL) untuk menyelesaikan masalah lampu komunikasi di Kapal Republik Indoneisa (KRI).
Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
Mahasiswa Departemen Teknik Fisika ITS, Wira Utama mengatakan, selama ini lampu komunikasi KRI bersistem manual yang membuat pekerjaan menjadi lebih lambat dan rentan terjadi human error.
Sehingga, Wira membuat automorse menggunakan sistem pengirim dan penerima sandi flashlight, dengan sistem yang dapat bekerja secara otomatis dan terenkripsi berbasis image processing.
"ini menggunakan sistem komputasi digital yakni Smart Flash Processing System (SFPS),"kata Wira, melalui keterangannya, Senin (12/9/2022)
Sistem yang dikembangkan Wira bersama dua rekannya, Tadeus Pantryan Simarmata dan Niza Rosyda, awalnya dilakukan penyempurnaan SFPS dari hasil pengujian yang telah berhasil mengirim dan menerima pesan secara akurat.
Penyempurnaan itu, kata Wira, menggunakan material sesuai standar militer, sistem keamanan data, baterai, dan banyaknya kalimat yang diterima serta dikirim.
Sehingga, penyempurnaan itu diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi SFPS. Kemudian, Automorse dapat dioperasikan di luar area ruangan kontrol.
"Ini dapat meminimalisir risiko operator flashlight yang rentan terjadi human error," ungkap Wira.
Baca juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Lebih lanjut Wira menjelaskan, sistem Automorse ini memiliki bagian perangkat lunak yang berfungsi untuk mengendalikan perangkat keras dan menerjemahkan sandi.
"Untuk perangkat keras ini berbentuk persis lampu sorot berlapis baja dan mikrokontroler,"tuturnya.
Di dalam lampu sorot tersebut, lanjutnya, terdiri dari beberapa komponen yaitu lampu LED, webcam, dan mikrokontroler.
Inovasi ini, Wira menambahkan, timnya telah
merencanakan strategi pemasaran produk, yakni dengan membidik target pasar pada Koarmada II TNI AL.
"Inovasi ini diharapkan dapat menggantikan alat komunikasi sandi konvensional yang terpasang di kapal laut,"ungkapnya.
Baca juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
Tak hanya TNI AL, inovasi ini rencana akan menjalin kerja sama dengan salah satu industri alutsista nasional yaitu PT PAL Indonesia.
Berbagai upaya, pihaknya akan terus dilakukan untuk pengembangan produk hingga dapat menginstalasi 20 KRI.
Meski begitu, sebagai innovator, mereka masih terkendala untuk menembus pasar jika tidak memiliki relasi bisnis ke pemerintahan.
"Kami berharap ITS membuka jalur khusus alumni agar dapat membantu pemasaran produk kami dan melakukan pendampingan secara berkala," terangnya. (Ade/SL1).
Editor : Redaksi