selalu.id- Seorang nenek bernama Pinarsih (69) warga Jalan Manukan Lor Surabaya menjadi korban kejahatan gendam usai menjalani pemeriksaan rutin di Rumah Sakit Umum Daerah Bhakti Dharma Husada (RSUD BDH).
Akibat kejadian tersebut, Nenek yang mempunyai riwayat sakit jantung tersebut mengalami kerugian hingga 10,6 juta.
Pinarsih menjelaskan, pelaku kejahatan gendam tersebut berjumlah dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan.
Saat kejadian, Pinarsih menunggu antrean di depan Poli Mata RSUD BDH. Lalu tak berselang lama, pelaku pria yang diperkirakan berumur 40 tahun datang dan mengajak ngobrol Pinarsih. Ia pun menanyakan penyakit yang didera Pinarsih.
"Saya terus dijejali pertanyaan yang mengarahkan saya untuk mengiyakan apa yang disampaikan oleh laki-laki itu," ucapnya, Kamis (21/04/2022).
Saat asik mengobrol, tiba-tiba pelaku perempuan yang tampak lebih muda dari pelaku laki-laki datang dan ikut nimbrung bercerita.
Pelaku perempuan tersebut bercerita sedang ada masalah di pernikahannya. Seperti sudah direncanakan, pelaku laki-laki bermodus seperti orang pintar yang mampu menyelesaikan masalah dengan air dan doa.
"Pelaku yang laki-laki tersebut seolah-olah langsung bilang dapat menyelesaikan masalah perempuan itu dengan mendoakan, saya lalu disuruh beli air keluar. Karena kasihan ya saya beli di kantin terus saya kasihkan lagi," ujarnya.
Baca juga: Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan
Usai membelikan air, pelaku lantas membacakan doa dan menyuruh pelaku perempuan dan Pinarsih meminum air yang baru saja diberi doa tersebut.
Saat itu Pinarsih hanya merasakan bingung, karena selain mau disuruh membeli air, ia juga hanya nurut ketika disuruh meminum air yang diberikan pelaku.
"Kemudian pelaku laki-laki itu membacakan doa pada air mineral yang saya beli itu dan menyuruh meminumnya. Selanjutnya saya diminta mengambil air wudhu di kamar mandi," tegasnya.
Di kamar mandi inilah menurut Pinarsih, kedua pelaku itu mempreteli perhiasan emas miliknya terdiri 4 cincin dan 2 gelang dengan berat kurang lebih 15 gram serta mengambil uang di dalam dompetnya sejumlah Rp 1,3 juta.
Baca juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya
"Perhiasan emas dan uang milik saya kelihatannya dimasukkan pada tas kecil terus saya kayak orang bingung, mereka membaca doa dan menyerahkan kembali tas kecil dengan model yang sama," bebernya.
Namun, sesampai dirumah, bukannya perhiasan yang berada di tas yang dibawa Pinarsih. Melainkan sejumlah batu yang diberi wewangian. Atas kejadian ini, Pinarsih lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Benowo.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Benowo, Ipda Eddy Kris membenarkan kejadian tersebut. pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.
"iya benar ada laporan. Masih kita dalami ya mas mohon bersabar semoga pelaku tertangkap," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi