Pemkot Surabaya Relokasi Pedagang HI Tech Mall Berkumpul di Lantai Dasar

Reporter : Ade Resty
Hi Tech Mall

selalu.id - Pemkot Surabaya kembali menghidupkan Hitech Mall Surabaya dengan melakukan relokasi seluruh stand pedagang ke lantai dasar. Hal itu dilakukan agar tidak lagi stand terpisah-pisah karena stand dasar banyak kosong.

"Mereka sudah sepakat untuk direlokasi ke lantai dasar semuanya, sehingga para pedagang ini nanti akan tersentral di lantai dasar," kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Surabaya, Ira Tursilowati, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Ira menyampaikan bahwa proses relokasi tersebut dilakukan dengan pengundian stand kepada para pedagang di dampingi oleh pihak kejaksaan dan disaksikan langsung sejumlah anggota DPRD Surabaya dari Komisi B pada Selasa (5/4/2022) kemarin.

Saat dipantau oleh selalu.id terlihat banyak stand-stand pedagang di lantai dasar Hitech mall yang masih banyak kosong. Selain itu lantai 1 atas tampak sepi dan masih ada stand-stand yang masih bertahan dengan jarak yang terpisah pisah dengan stand yang kosong.

Tri Utami (30), salah satu pedagang aksesoris elektronik lantai 1 A, mengungkapkan bahwa sejak 2010 dirinya sudah berdagang disana, saat itu masyarakat masih ramai. Sekarang, kondisi pandemi mengalami penurunan.

Tri menyampaikan, saat pengundian relokasi stand, dirinya mendapat stand lantai dasar blok B. Ia mengaku senang dengan relokasi tersebut, karena pengunjung jarang naik keatas karena stand-standnya banyak yang sepi.

"Harapan semoga kaya dulu aja seperti semula yang waktunya seperti dulu. Mending kaya dulu karena ini kan pusatnya elektornik, orang pasti cari disini," ungkap Tri.

Hal yang sama juga disampaikan, Daniel Suherman, Sales Elektronik lantai dasar mengaku bekerja sejak 2006. Daniel menyebut bahwa Hitec Mall telah lama sepi.

Baca juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

"Tahun 2006 sudah sepi. Itu pas THR nggak dikelola PT Sasana Boga," kata Daniel.

Daniel mengungkapkan, tokonya sempat diminta untuk pindah sejak 2019 waktu ada wacana digusur. Tetapi pemerintah Kota Surabaya tidak jadi menutup mal ini, sehingga Paguyuban yang mengambil ahli untuk mengelola.

Tahun 2022 ini, barulah Pemkot Surabaya turun tangan. Padahal sebelumnya, biaya perawatan dan seluruh pengelola diatur dan diurus oleh paguyuban.

"Dulu bulanannya dipegang paguyuban. Jadi dibayar per stand," ujar dia.

Baca juga: Budi Leksono soal Pilkada Dipilih DPRD: Itu Persempit Ruang Demokrasi

Daniel berharap Hi Tech Mall tidak digusur atau dipindahkan, menurutnya Hi Tech Mall harus diperbaiki atau direnovasi. Ia juga menyebut dengan dipindahnya stand-stand ke lantai 1 dasar supaya bisa kembali ramai seperti dulu.

"Harapan saya jangan dipindah tetap disini. Jangan sampai digusur juga. Dulu ini kan pusat IT terbesar di indonesia. Kalau bisa dipertahankan, walaupun Mal ini jelek tapi pengunjungnya banyak," ungkap Daniel.

Sementara itu, Ira menambahkan, sebanyak 171 stand yang ada di lantai dasar. Kemudian yang sudah eksisting ada 118 stand, sehingga yang direlokasi ada sekitar 53 stand.

Mereka bisa langsung dipersilahkan berpindah sesuai dengan nomor undian yang sudah didapatkan.

"Perpindahan itu bisa dimulai hari ini juga, terutama bagi pedagang yang sudah menerima undian nomor stand," tegasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru