Mahasiswa di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pesilat Mabuk: HP Raib, Kini Masuk Rumah Sakit

Reporter : Moris Mangke
Ilustrasi mahasiswa dikeroyok. (Dok. Google Gemini).

selalu.id - Seorang mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya berinisial MA menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok pesilat saat melakukan riset mobil hemat energi di Jalan Ketintang Wiyata, Gayungan.

Dalam peristiwa yang terjadi pada 31 Mei 2026, itu polisi telah menangkap tiga pelaku berinisial MR, RA, dan AB. Sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Baca juga: Dipanggil DPRD, Begini Alasan Klasik Gion Spa yang Pekerjakan Anak di Bawah Umur

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan peristiwa bermula ketika korban sedang menguji hasil riset mobil hemat energi yang dikembangkannya bersama sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Saat itu, sekelompok pesilat melintas menggunakan sepeda motor. Korban kemudian menegur salah satu pengendara karena menyeret standar motor hingga menimbulkan suara berisik dan percikan api di jalan.

"Para pelaku telah meneguk minuman keras dan dalam kondisi mabuk saat mengendarai sepeda motor, melewati korban lalu saksi menegur dikarenakan sepeda motor salah satu pelaku standarnya diseret ke jalan aspal yang akhirnya menimbulkan percikan api," terangnya, Senin (8/6/2026).

Tidak terima ditegur, para pelaku kemudian memutar balik kendaraan mereka dan menghampiri korban. Mereka langsung turun dari sepeda motor lantas melakukan pengeroyokan secara bersama-sama.

Korban dipukul menggunakan tangan kosong pada sejumlah bagian tubuh. Selain itu, korban juga dipiting pada bagian leher dan pelipis kanannya dibenturkan ke besi portal.

"Selain itu, korban juga dipukul ke wajah bagian pipi kanan, mulut, rahang kiri, pipi kanan, dan kelopak mata kiri korban, serta handphone milik korban merek iPhone 11 hilang pasca terjadinya pengeroyokan tersebut," jelas Luthfie.

Baca juga: Awas! Ada Razia Kendaraan Besar-besaran di Surabaya hingga Akhir Tahun 2026

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian wajah dan tubuh. Selain menjadi korban kekerasan fisik, korban juga kehilangan telepon genggam miliknya yang diduga hilang setelah insiden pengeroyokan berlangsung.

Polrestabes Surabaya kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga pelaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para pelaku diketahui berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan aksi pengeroyokan tersebut.

Luthfie menegaskan tidak akan berhenti mengungkap kasus ini sampai seluruh pelaku berhasil ditangkap. Ia juga meminta satu pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri.

"Tiga orang sudah ditangkap. Dan satu orang masih dilakukan pengejaran. Saya minta untuk pelaku segera menyerahkan diri karena akan kami cari sampai dapat," tegasnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Janji Segera Sahkan Perda Disabilitas

Sementara itu, ketiga tersangka mengakui bahwa sebelum kejadian mereka baru saja menggelar pesta minuman keras bersama teman-temannya. Mereka mengaku mengonsumsi minuman jenis arak sebelum berkendara dan terlibat dalam insiden tersebut.

"Minum arak. Baru lulus (sekolah). Bilang pamit main (sama orang tua)," ungkap salah satu tersangka saat menjalani pemeriksaan.

Hingga kini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melakukan pengembangan penyidikan untuk menangkap satu pelaku yang masuk dalam daftar pencarian, serta mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus pengeroyokan tersebut.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru