Wabup Sidoarjo Mimik ajak Alumni HMI Bersatu Dorong Akselerasi Pembangunan

Reporter : Redaksi
Pelantikan tiga organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Kebutuhan akan kolaborasi lintas elemen semakin menguat seiring kompleksitas pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

Pemerintah daerah mulai menempatkan organisasi masyarakat, termasuk kelompok alumni, sebagai bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan strategis daerah.

Baca juga: Kios Tambal Ban di Sidoarjo Terbakar, Uang Rp70 Juta hingga Motor Ludes

Momentum itu terlihat dalam pelantikan tiga organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pendopo Delta Wibawa pada Kamis (30/4/2026).

Tiga organisasi tersebut yakni KAHMI Sidoarjo, FORHATI Sidoarjo, dan HIPKA Sidoarjo yang dikukuhkan oleh pengurus tingkat Jawa Timur.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana yang hadir dalam acara tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam mengakselerasi pembangunan.

Ia memandang keberadaan organisasi alumni sebagai mitra strategis yang mampu menyumbangkan gagasan sekaligus mengawal kebijakan publik.

"Kami berharap organisasi ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan gagasan pembangunan dan turut mengawal pembangunan agar berjalan efektif, transparan dan berkelanjutan," kata Mimik dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidak hanya semakin luas, tetapi juga semakin rumit.

Karena itu, dibutuhkan komitmen bersama untuk memastikan setiap program pembangunan memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

"Mari kita jadikan momentum pelantikan ini menjadi awal dan semangat baru untuk bekerja bersama, bergandengan tangan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo," ujar Mimik.

Baca juga: Terapkan Taxmon, Cara Pemkab Sidoarjo Awasi Transaksi Usaha agar tak Bocor

Di sisi lain, kalangan alumni HMI juga menyatakan kesiapan untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan daerah.

Koordinator Presidium MD KAHMI Sidoarjo, Chairil Anwar, menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius, salah satunya terkait infrastruktur dan penanganan banjir.

"Ibu wakil bupati tidak perlu kuatir, monggo kolaborasi dengan alumni HMI untuk mencari solusi yang terbaik bagi Kabupaten Sidoarjo," tegasnya.

Dalam struktur kepengurusan KAHMI Sidoarjo periode 2025-2030, terdapat lima presidium dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari akademisi, jurnalis, budayawan, birokrat hingga pengacara.

Keberagaman ini dinilai menjadi modal penting dalam merumuskan perspektif pembangunan yang lebih komprehensif.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Raih Opini WTP 13 Kali, Bupati Subandi Klaim Begini

Sementara itu, kepemimpinan FORHATI Sidoarjo periode 2025-2030 dipegang oleh drg. Dwi Wahyu Indrawati.

Untuk HIPKA Sidoarjo periode 2026-2031 dipimpin oleh Aditya Hanif Ashari, yang diharapkan mampu memperkuat sektor kewirausahaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pelantikan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi penanda awal konsolidasi peran alumni HMI dalam pembangunan daerah.

Dengan sinergi yang terbangun, pemerintah berharap berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Reporter: Ariyanto 

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru