Sabtu, 31 Okt 2026 04:09 WIB

Ratusan Mahasiswa Surabaya Geruduk Grahadi, Kritik Kinerja Prabowo-Gibran

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi. (Foto: Moris/selalu.id).
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi. (Foto: Moris/selalu.id).

selalu.id - Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (17/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan yang berisi kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Pantauan di lokasi menunjukkan massa aksi mulai memadati Jalan Gubernur Suryo sekitar pukul 13.30 WIB. 

Demi memberikan ruang bagi para demonstran menyampaikan aspirasi, arus lalu lintas di depan Gedung Negara Grahadi ditutup sementara dan dialihkan ke sejumlah ruas jalan alternatif.

Sepanjang aksi berlangsung, perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menyoroti berbagai isu nasional mulai dari kondisi ekonomi, demokrasi, lingkungan hidup, hingga hak asasi manusia.

Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya, Nasrawi Ibnu Dahlan mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Menurutnya, mahasiswa memiliki kewajiban untuk menyuarakan keresahan masyarakat ketika berbagai persoalan dinilai semakin membebani kehidupan rakyat.

“Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada rakyat sekaligus upaya menjaga semangat reformasi agar tidak mengalami kemunduran,” ungkap Nasrawi di sela aksi.

Dalam demonstrasi tersebut, ABS membawa tujuh tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan lembaga negara terkait.

Tuntutan pertama adalah mendesak pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) guna menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Mahasiswa juga meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta melakukan evaluasi terhadap pejabat-pejabat yang dianggap tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

Selain isu ekonomi, mahasiswa mendorong DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai instrumen penting dalam memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia.

ABS juga menyampaikan penolakan terhadap berbagai kebijakan yang dinilai berpotensi mengancam supremasi sipil dan mengurangi ruang demokrasi. 

Mereka menilai kebebasan berpendapat dan kontrol masyarakat terhadap pemerintah harus tetap dijaga sebagai bagian dari prinsip negara demokratis.

Persoalan lingkungan hidup turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Mahasiswa menolak berbagai bentuk eksploitasi lingkungan yang disebut berkedok proyek strategis nasional dan mendesak pemerintah melakukan pemulihan terhadap ekosistem yang mengalami kerusakan akibat aktivitas eksploitasi sumber daya alam.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

Di bidang sosial, mahasiswa meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program bantuan sosial lainnya. 

Mereka menilai diperlukan sistem mitigasi yang jelas, pengawasan ketat, serta mekanisme distribusi bantuan yang transparan dan tepat sasaran.

Selain itu, mahasiswa juga mengecam berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta menolak segala upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil yang menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan petugas gabungan. Hingga kini, massa dari mahasiswa masih menyuarakan tuntutannya sembari berharap pemerintah dan para pemangku kebijakan dapat merespons berbagai aspirasi yang mereka sampaikan.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor yang rugikan negara.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

SIER Gerak Cepat Tangani Kebakaran di TPST Lestari PIER, Seluruh Pekerja Dipastikan Selamat

Penanganan segera dilakukan dengan mengerahkan tim tanggap darurat dan pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi serta mencegah meluasnya area terdampak.