Usai 14 Bulan Misi Perdamaian di Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Kembali ke Surabaya 

Reporter : Dony Maulana
Awak dan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 kembali ke dermaga asalnya, Surabaya pada Sabtu (7/2/2026) Foto istimewa

selalu.id – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 telah kembali ke dermaga asalnya di Surabaya setelah menyelesaikan tugas selama 14 bulan sebagai bagian dari Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di Lebanon.

Kedatangan kapal perang kelas korvet SIGMA ini disambut langsung oleh Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya di Dermaga Madura, Komando Armada II, Sabtu (7/2/2026).

Baca juga: Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

Dalam sambutannya, Pangkoarmada II menyampaikan bahwa penugasan ini menjadi misi terakhir Indonesia sebagai unsur Maritime Task Force UNIFIL di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menandai berakhirnya kontribusi negara dalam misi tersebut. "Kita patut bangga atas dedikasi serta prestasi yang telah ditorehkan oleh seluruh prajurit yang terlibat," ujarnya.

Di bawah komando Letkol Laut (P) Anugerah Annurullah, KRI SIM-367 membawa 120 prajurit dari berbagai spesialisasi, antara lain prajurit kapal perang, awak helikopter, personel intelijen, psikologi, penerangan, medis, Kopaska, dan penyelam TNI AL.

Selama bertugas di Laut Mediterania, kapal ini mencatatkan capaian signifikan dengan melaksanakan 33 kali operasi, hampir 70 persen di antaranya merupakan patroli maritim. Tim juga melakukan penyeberangan suara (hailing) terhadap 498 kapal sipil, memantau 20 kapal perang asing, serta mengawasi 172 pesawat udara militer.

Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Helikopter onboard HS-1306 mencatat total 135 jam 43 menit jam terbang, sementara jam operasi sistem pengawasan udara (AAWC) mencapai 1.408 jam. Selain itu, KRI SIM-367 juga telah melakukan 150 kali latihan bersama dengan angkatan laut negara sahabat, termasuk dengan KRI Brawijaya-320 yang juga terlibat dalam misi perdamaian di kawasan yang sama.

Atas profesionalismenya, KRI Sultan Iskandar Muda-367 meraih sejumlah penghargaan internasional, di antaranya Surat Apresiasi dari Komandan MTF UNIFIL, Medali PBB dari Komandan Pasukan UNIFIL, serta Medali Angkatan Laut Lebanon. Kapal ini juga menerima Medali Duta Budaya RI dari Duta Besar RI untuk Lebanon dan Medali Tanzania dari Komandan Kontingen Tanzania.

Baca juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepulangan kapal ini juga menjadi momen haru bagi keluarga prajurit yang telah lama menanti. Ayu Viarini Dewi, istri salah satu anggota awak kapal, mengungkapkan kebahagiaannya setelah suaminya kembali selamat. "Saat ditinggal bertugas, anak kami baru lima hari. Sekarang sudah satu tahun lebih, kami sangat bersyukur," tandasnya.

Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda-367 selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Keberhasilan misi ini juga menegaskan posisi TNI Angkatan Laut sebagai kekuatan maritim profesional dan diakui secara internasional.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru