Hadapi Pemekaran Dapil 2029, Gerindra Surabaya Gelar Retret

Reporter : Ade Resty

Ratusan Kader Gerindra Surabaya Retret di Trawas Bahas Strategi dan Pemekaran Dapil 202

Selalu.id– Partai Gerindra Surabaya mulai memanaskan mesin politiknya jelang Pemilu 2029. Ratusan kader dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) mengikuti retret kader di Ubaya Training Centre (UTC) Trawas, Mojokerto, sejak Sabtu (8/11) hingga Minggu (9/11).

Baca juga: Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas, kesiapan organisasi, serta menyusun strategi menghadapi kemungkinan pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Surabaya.

Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa retret ini bukan sekadar pertemuan rutin, tetapi momentum menyamakan arah perjuangan politik hingga ke tingkat akar rumput.

“Retret ini salah satu tujuannya membangun suasana demokrasi yang baik dan juga mensukseskan pemilu 2029 dengan meningkatkan perolehan suara dari Partai Gerindra, dan saya mengajak seluruh kader partai memaksimalkan perolehan suara,” ujar Cahyo di Trawas, Minggu (9/11/2025).

Cahyo menilai, peningkatan jumlah kursi legislatif akan memperkuat posisi Gerindra dalam memperjuangkan aspirasi warga di parlemen. Ia menambahkan, pemekaran dapil baru hanya akan bermakna jika sejalan dengan bertambahnya jumlah kursi di DPRD Surabaya.

“Maka makin banyak opsi-opsi harapan dari masyarakat,” tutur Anggota Komisi E DPRD Jatim ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya Yona Bagus Widyatmoko atau Cak Yebe menjelaskan, potensi pemekaran dapil ini mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024.

Baca juga: Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Menurutnya, retret kali ini juga menjadi forum bagi pengurus untuk memahami aspek teknis dan konsekuensi politik dari wacana tersebut.

“Konsen kita adalah bagaimana jumlah kursi di DPRD Surabaya itu harus bertambah dulu, di mana saat ini kita ada 50 kursi. Fokus kita menambah jumlah kursi menjadi 55, di mana salah satu syaratnya adalah di kependudukan,” ujar Cak Yebe.

Ia menambahkan, jumlah penduduk Surabaya harus mencapai minimal tiga juta jiwa agar penambahan kursi legislatif bisa diusulkan. Karena itu, pihaknya bersama Komisi A DPRD Surabaya akan membentuk desk khusus dengan Dispendukcapil untuk memperbarui data kependudukan.

“Harapan kami, Kota Surabaya ini sudah waktunya kursinya bertambah dari 50 jadi 55,” jelas Ketua Komisi A DPRD Surabaya ini.

Baca juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Di sisi lain, Sekretaris DPC Gerindra Surabaya Bahtiyar Rifai menegaskan bahwa retret ini juga menjadi momentum memperkuat kekompakan organisasi dari tingkat kota hingga ranting.

“Kegiatan ini bukan hanya soal strategi, tapi membangun rasa memiliki bersama. Kami ingin kader dari tingkat kota sampai ranting merasakan bahwa perjuangan ini satu napas,” ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya ini.

Bahtiyar menegaskan, pasca-retret seluruh PAC akan diminta menyusun peta kerja politik berbasis wilayah sebagai panduan gerak menjelang 2029.

“Target akhir dari konsolidasi ini adalah kesiapan penuh menghadapi Pemilu 2029,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru