selalu.id – Jumlah korban meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, bertambah. Hingga Jumat malam (3/10/2025), tim identifikasi telah mengonfirmasi 13 korban jiwa.
Baca juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP
Proses identifikasi masih berlangsung intensif di RS Bhayangkara Surabaya, di mana delapan jenazah masih dalam pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan sesuai standar internasional DVI. Tahapan meliputi pembacaan data di Tempat Kejadian Perkara (TKP), pengumpulan data antemortem, dan rekonsiliasi data.
"Pembacaan TKP penting untuk memastikan kondisi korban dan barang-barang yang melekat pada tubuh korban tetap utuh. Semua barang bukti didokumentasikan sebelum dimasukkan ke dalam kantong berlabel," ujar Khusnan, Jumat (3/10/2025).
Baca juga: Angin Kencang di Surabaya, Pohon Tumbang Timpa Ojol dan Penumpang
Polisi mengimbau keluarga korban segera menyerahkan data pendukung seperti catatan medis, foto terakhir, atau properti pribadi korban ke Posko DVI Ponpes Al-Khoziny. Data tersebut diperlukan untuk mempercepat proses identifikasi.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan evakuasi mandiri di area reruntuhan. Hal itu dinilai dapat merusak TKP dan menghambat proses investigasi.
Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan pencarian serta evakuasi korban. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi dan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti.
Pemerintah daerah mendirikan posko bantuan serta menyediakan layanan konseling bagi keluarga korban. Bantuan logistik dan medis terus disalurkan untuk warga terdampak.
Editor : Ading