Eri Cahyadi Siapkan Tiga Jurus Fiskal Atasi Pemotongan TKD

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat membuat Pemkot Surabaya menyiapkan strategi khusus untuk menjaga ketahanan fiskal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut ada tiga langkah utama yang dijalankan, yakni kejujuran, optimalisasi aset, dan pengawasan berbasis teknologi.

 

Baca juga: Defisit Mengintai, APBD Jatim 2026 Turun Rp2,8 Triliun akibat Pemangkasan TKD

“Kejujuran penting untuk transparansi. Semua kebutuhan dan pengeluaran harus disampaikan apa adanya,” kata Eri, Jumat (19/9/2025).

 

Menurutnya, aset daerah yang belum produktif akan dioptimalkan melalui skema penyewaan. Pendapatan dari penyewaan diharapkan bisa menutup kekurangan transfer keuangan daerah.

 

“Hasil penyewaan ini diharapkan signifikan, sehingga bisa dipakai untuk menopang pendapatan daerah,” ujarnya.

Baca juga: Angka Stunting Turun ke 1,16 Persen, Mojokerto Terima Insentif Rp6 Miliar

 

Langkah lain adalah memperketat pengawasan anggaran dengan sistem non-tunai. Pemkot telah menerapkan aplikasi pada pajak hotel dan restoran yang terhubung langsung dengan sistem keuangan kota.

 

Baca juga: Wali Kota Eri Tunda Pembangunan RS Surabaya Selatan karena Pemotongan TKD

“Dengan aplikasi ini, data pendapatan masuk secara otomatis. Lebih transparan, akurat, dan minim celah kebocoran,” jelas Eri.

 

Eri menegaskan, meski tantangan fiskal membayangi, Surabaya tetap siap menghadapi tekanan ekonomi. “Dengan fiskal yang kuat dan strategi yang matang, Surabaya siap menghadapi tantangan ekonomi,” pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru