selalu.id – Sejumlah fasilitas umum (fasum) di Surabaya mengalami kerusakan usai kericuhan demonstrasi beberapa waktu lalu. Kerusakan terjadi pada taman, pot bunga, kursi besi, hingga penutup saluran air yang menjadi sasaran vandalisme dan penjarahan.
Baca juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rachmawati, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi mengenai total kerugian. Saat ini dinas terkait disebut tengah melakukan inventarisasi detail kerusakan.
“Kami belum menerima konfirmasi final. Beberapa dinas masih melakukan inventarisasi dan koordinasi lintas bidang terkait anggaran serta penjadwalan perbaikannya,” ujar Aning, Minggu (7/9/2025).
Menurutnya, DPRD akan mendorong perbaikan dengan prinsip efisiensi. Perbaikan taman, misalnya, bisa dilakukan dengan memanfaatkan pembibitan mandiri milik pemkot tanpa harus menambah anggaran baru.
“Kami akan cenderung hemat anggaran. Untuk taman atau tanaman yang rusak bisa menggunakan pembibitan yang sudah ada,” jelasnya.
Aning menambahkan, kerusakan ringan dapat ditangani melalui pos pemeliharaan rutin. Namun, jika kerusakan berat dan mendesak, DPRD mendorong pemkot menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR
“Kalau menyangkut keselamatan publik, bisa dari BTT, kecuali ada alokasi khusus dari APBN,” tegasnya.
Selain perbaikan fisik, Aning menekankan pentingnya edukasi dan partisipasi publik agar warga turut menjaga fasum.
Baca juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan
“Seluruh aset pemkot adalah hasil jerih payah warga lewat pajak. Surabaya ini rumah kita semua, untuk generasi emas masa depan. Mari kita jaga bersama,” ucapnya.
Ia menyatakan seluruh anggota dewan akan turun melalui masa reses dan jalur partai politik untuk mengedukasi masyarakat.
“50 anggota DPRD akan turun langsung memeluk warga untuk menjaga Surabaya tercinta,” pungkasnya.
Editor : Ading