selalu.id – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menceritakan pengalamannya saat berada di tengah kericuhan demonstran pada 28–30 Agustus 2025 lalu.
Baca juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya
Ia mengaku sempat terkena gas air mata ketika berada di sekitar Balai Kota hingga kawasan Grand City.
“Sejak malam pertama kericuhan, saya sudah berada di lapangan. Bahkan saya juga kena gas air mata karena posisinya dekat dengan kerumunan,” ujar Eri, Kamis (4/9/2025).
Eri menuturkan, momen paling membekas baginya adalah ketika melihat seorang anak kecil terjebak di tengah kekacauan. Anak itu menangis di dalam mobil hingga akhirnya ditolong langsung oleh Eri.
“Saya lihat ada anak nangis di mobil, sampai nggak bisa ngomong. Saya tarik mobilnya, saya suruh menepi, lalu saya ajak masuk ke rumah dinas supaya aman. Tidak saya biarkan pulang malam itu,” katanya.
Baca juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya
Meski matanya perih akibat gas air mata, Eri tetap mengarahkan warga agar tidak melewati kawasan Grand City yang saat itu masih ricuh. Anak tersebut baru dipulangkan sekitar pukul 03.00 setelah situasi dinilai aman.
Eri menilai pengalaman itu sebagai pengingat penting. “Saya sadar, ini teguran dari Gusti Allah. Kita mungkin kurang saling mengingatkan, kurang bersyukur, kurang menjaga kebersamaan. Karena itu saya ingin masyarakat Surabaya tetap guyub rukun,” ucapnya.
Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Tegaskan Siap Rekomendasikan Pembubaran Ormas Pelaku Premanisme
Ia menambahkan, kondisi Kota Surabaya kini berangsur kondusif setelah TNI-Polri melakukan pengamanan di berbagai titik.
“Alhamdulillah Surabaya sudah aman. Warga bisa kembali beraktivitas, nongkrong, olahraga, semuanya normal lagi. Surabaya aman karena dijaga masyarakat bersama aparat,” pungkasnya.
Editor : Ading