Bendera Sempat Terbalik dalam Upacara 17 Agustus di Balai Kota Surabaya, Begini Respon Wali Kota Eri

Reporter : Ade Resty

Selalu.id – Upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Balai Kota Surabaya, Minggu (17/8/2025), sempat diwarnai insiden pengibaran bendera yang terbalik. 

Menanggapi itu Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menilai kejadian itu justru menjadi pelajaran penting tentang arti kebersamaan dan ketenangan dalam menghadapi kekeliruan.

Baca juga: Ketika Foto Armuji Tak Dimasukkan dalam Poster Soekarno Cup 2026, Ada Apa dengan PDIP?

Menurutnya, filosofi yang ditunjukkan Paskibra patut diteladani masyarakat. Meski sempat terjadi kesalahan teknis, para anggota Paskibra saling memberi dukungan, dan mampu memperbaiki keadaan tanpa kehilangan fokus.

“Ketika ada kekeliruan, mereka tidak gentar. Mereka tenang, saling mengingatkan, dan melanjutkan tugas dengan sempurna. Inilah semangat pemuda yang harus kita tiru,” tambahnya.

Baca juga: Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi

Eri menilai momen tersebut selaras dengan semangat Kampung Pancasila yang tengah digerakkan Pemkot Surabaya. Ia membandingkannya dengan perjuangan pemuda Rengasdengklok yang mendorong lahirnya proklamasi.

“Kalau ada yang mengatakan, loh kok kebalik? Tidak. Itu masih proses. Belum dikibarkan, belum diangkat, belum dibuka benderanya. Begitu ada kekeliruan langsung diperbaiki. Itulah yang saya harapkan: Surabaya mencontoh semangat anak-anak Paskibra,” tegasnya.

Baca juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi

Lebih lanjut Eri memberi pesan bahwa manusia pasti memiliki kekurangan, namun dengan kebersamaan dan ketenangan, setiap masalah bisa diselesaikan.

“Karena setiap manusia adalah tempat kekurangan. Tapi kebersamaan, kekeluargaan, ketenangan itulah kesempurnaan dalam sebuah kehidupan Kampung Pancasila,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru