selalu.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), mulai mengujicobakan sistem Terminal Booking System (TBS) pada Senin (7/7/2025). Sistem ini diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan distribusi logistik di Pelabuhan Tanjung Perak.
Sosialisasi sistem dilakukan pada Kamis (3/7) kepada para pengguna jasa dan asosiasi seperti ALFI, GPEI, GINSI, ORGANDA, APTRINDO, dan LOGINDO.
Baca juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak
TBS merupakan sistem penjadwalan kedatangan truk berdasarkan time slot dengan durasi 4 jam. Sistem ini bertujuan mengurangi kepadatan truk pada jam sibuk (16.00–24.00 WIB) dan memangkas Truck Round Time (TRT), yaitu waktu truk dari masuk hingga keluar terminal. Pengurangan TRT diharapkan berdampak langsung pada efisiensi biaya logistik nasional.
Selama masa uji coba, TPS menyediakan layanan helpdesk 24 jam melalui telepon (031) 320 2020 dan email cs@tps.co.id untuk menangani kendala teknis dan operasional.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Nanang Afandi, menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi TBS dan mendorong pelaku usaha logistik beradaptasi dengan sistem tersebut.
Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menyebut sistem ini sebagai bagian dari konsep terminal modern TPS.
“Sistem ini diharapkan dapat menciptakan ritme layanan yang lebih terencana dan terukur, sehingga meningkatkan kecepatan layanan dan kenyamanan pengguna jasa,” ujarnya kepada selalu.id, Senin (7/7/2025).
Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyatakan dukungan terhadap TBS karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan logistik. Ketua DPC APTRINDO Surabaya, Wayan Sumadita, dan Ketua Klub LOGINDO Jatim, Christin Adni Susilowati, juga menyambut positif implementasi ini sebagai langkah strategis bagi pelaku usaha angkutan barang.
Baca juga: TPS Surabaya Dukung Pemberdayaan Petani Mangrove Lewat Program Restorasi Pesisir
Sepanjang tahun 2024, TPS mencatat arus peti kemas sebesar 1.584.774 TEUs, dan pada semester I 2025 mencapai 768.518 TEUs. TPS juga mempertahankan dominasinya di pasar internasional dengan pangsa pasar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.
Dengan implementasi TBS, TPS berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat posisinya sebagai operator terminal peti kemas terkemuka di Indonesia.
Editor : Ading