selalu.id – Panitia Khusus (Pansus) Raperda Hunian Layak DPRD Kota Surabaya melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Kamis (3/7/2025), untuk meninjau praktik penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca juga: DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo
Rombongan pansus meninjau kawasan Perumahan Bumi Svarga Asri (BSA) di Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kendal. Perumahan seluas 4,2 hektare tersebut dibangun dengan konsep rumah hijau dan menyasar warga MBR sebagai penerima manfaat utama.
“Perumahan BSA ini berdiri di atas lahan 4,2 hektare dengan total 386 unit rumah. Ini yang kami pelajari, apakah akan ada tahap-tahap berikutnya dengan konsep serupa,” kata Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko.
Unit rumah yang dibangun bertipe 36 dengan luas lahan 60 meter persegi. Pemerintah Kendal juga memprioritaskan guru sebagai penerima manfaat, yang dinilai sebagai kebijakan layak dicontoh.
“Luar biasa, pemerintah Kendal memprioritaskan para guru untuk mendapatkan rumah di BSA. Ini akan kami adopsi sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kota Surabaya,” tambah Yona.
Pansus juga menekankan pentingnya grand design penyediaan rumah murah oleh pemerintah daerah, termasuk target unit dan rentang waktu pembangunan.
“Kami ingin tahu, berapa target ribuan unit rumah yang ingin disediakan pemerintah Kendal untuk MBR dalam beberapa tahun ke depan. Kalau Kendal bisa, Surabaya tentu tidak ada alasan untuk kesulitan,” ujar politisi Gerindra tersebut.
Baca juga: Polisi Juga Bakal Panggil Anggota DPRD Surabaya dalam Kasus Bimtek, Siapa Jadi Tersangka?
Dalam pertemuan bersama Pemkab Kendal, pansus mendapatkan informasi tentang pola pembangunan hunian, termasuk rusunami, ruko, serta pemanfaatan aset negara milik Bank Tanah di bawah ATR/BPN.
Salah satu penghuni, Tusyani, menyampaikan kemudahan skema pembiayaan yang ditawarkan. “Total DP saya Rp5 juta, angsurannya Rp1.060.000 per bulan selama 240 bulan,” ujarnya.
Ketua Pansus Raperda Hunian Layak, Mohammad Saifuddin, menyebut Surabaya memiliki potensi lahan di wilayah barat dan timur yang bisa dikembangkan untuk hunian MBR, baik rumah tapak maupun vertikal.
Baca juga: Dalami Kasus Bimtek 2011, Anggota DPRD Surabaya Aktif juga Bakal Diperiksa
“Surabaya punya lahan di barat dan timur, meski kontur lahannya berbeda. Di timur, pembangunan vertical housing masih sangat mungkin,” katanya.
Pemkab Kendal sendiri menargetkan pembangunan 3.400 unit rumah dari total sekitar 34.000 warga MBR. Model seperti BSA dinilai efisien karena memanfaatkan lahan negara tanpa membebani APBD secara besar.
Pansus berharap hasil studi ini dapat memperkaya penyusunan Raperda Hunian Layak Surabaya agar lebih adaptif terhadap kebutuhan warga MBR dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Editor : Ading