Rabu, 22 Jul 2026 21:09 WIB

Insiden RTG Bitung Roboh, Pelindo: Itu Alat Baru dan Rutin Dirawat

Pelindo
Pelindo

selalu.id – Pengelola Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung menegaskan bahwa alat berat jenis rubber tyred gantry crane (RTG) yang roboh pada Rabu, 21 Mei 2025 sekitar pukul 10.00 WITA, bukanlah alat bekas. RTG bernomor 13 itu dibeli dalam kondisi baru dan mulai beroperasi di TPK Bitung sejak tahun 2020. Alat juga dipastikan menjalani perawatan rutin setiap 250 jam kerja.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menyatakan bahwa perusahaan memiliki prosedur standar perawatan alat yang dilakukan secara berkala. Selain itu, operator diwajibkan memeriksa kelayakan fungsi alat sebelum pengoperasian.

Baca Juga: Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

“Alat ini bukan bekas, dibeli dalam kondisi baru dan dirawat rutin,” tegas Widyaswendra, Kamis (22/5).

TPK Bitung, lanjutnya, telah mengantongi sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), sehingga seluruh alat operasional, termasuk RTG, memiliki sertifikat laik operasi sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga: Pelindo Siap Dukung Pembukaan Jalur Penyeberangan Celukan Bawang–Jangkar

Ia juga menekankan bahwa operator yang bertugas saat insiden telah memenuhi seluruh persyaratan kerja. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh tim medis sebelum setiap shift dimulai, dan hanya pekerja yang dinyatakan layak yang diizinkan bertugas.

“Operator juga memiliki lisensi sesuai ketentuan perundang-undangan, serta mendapat pelatihan dan pembinaan sesuai bidangnya,” ujarnya.

Baca Juga: Raih Nilai Tertinggi Nasional, TUKS Petrokimia Gresik Pimpin Revolusi Pelabuhan Hijau 2026

Seperti diberitakan sebelumnya, RTG roboh saat tengah beroperasi di lapangan penumpukan peti kemas TPK Bitung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini, Pelindo Terminal Petikemas masih melakukan proses evakuasi alat dan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab insiden.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.