Rabu, 30 Sep 2026 04:36 WIB

Mufti Anam Ajak Warga Bumikan Empat Pilar Kebangsaan untuk Lewati Tantangan Zaman

Sosialisasi empat pilar
Sosialisasi empat pilar

selalu.id - Semua kalangan masyarakat perlu terus untuk menginternalisasikan Empat Pilar Kebangsaan ke dalam kehidupan keseharian. Hal itulah yang diajak oleh Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam dalam sosialisasi yang digelar pada 5 Mei 2025, diikuti oleh perwakilan berbagai komunitas warga di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

 

Baca Juga: Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Mufti Ajak Publik Perkuat Toleransi

Mufti Anam mengatakan, saat ini bangsa Indonesia menghadapi beragam tantangan zaman, mulai persoalan geopolitik global, ketahanan pangan, sampai problem sosial-ekonomi lainnya. Termasuk untuk melewati tantangan ekonomi yang tidak mudah dalam beberapa waktu terakhir. Keberadaan nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan dinilai relevan untuk melewati beragam tantangan bangsa tersebut.

 

Mufti menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

 

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Sosialisasi Empat Pilar di Pasuruan, Mufti: Nilai Kebangsaan Harus Dihidupkan

 

”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

 

Baca Juga: Mufti Anam Dorong Warga Hidupkan Semangat Kolektif Berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan

”Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” imbuh mantan ketua HIPMI Jawa Timur tersebut. 

 

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. Meski ada perbedaan agama, suku, dan latar belakang lainnya, semuanya merupakan satu bagian dari rumah besar Indonesia tercinta. “Kalau kita bertengkar karena beda agama atau suku, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” ujarnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sederet Fakta Baru Kasus Sengketa Lahan Kalisari Surabaya

Persoalan muncul karena terdapat klaim atas Persil Nomor 473 atas nama Asifah dengan luas 2.310 meter persegi yang disebut berada di lokasi lahan Pujiono.

Prabowo dan Megawati Janjian Makan Nasi Goreng, Mau Bahas Apa Ya?

Sajian nasi goreng Megawati sendiri punya rekam jejak historis dalam hubungan kedua tokoh nasional ini.

Awas! Ratusan Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia, Kenali Ciri-cirinya

Dari total pemetaan nasional, tercatat sedikitnya 1.221 lokasi PETI emas yang beroperasi tanpa menyetor rupiah sedikit pun ke kas negara.

Proyek Revitalisasi Sekolah di Jember Gerakkan Ekonomi Warga, Jadi Berkah dan Bahagia

Dari proyek tersebut, sekitar 5.160 tenaga kerja terlibat, dengan rincian 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang. Juga gerakkan ekonomi warga lainnya.

Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Ajeng mengatakan usulan terkait pengadaan seragam batik secara terpusat masih perlu dibahas lebih lanjut bersama Dispendik agar tak jadi persoalan baru.

Wamenkes Nilai Kota Mojokerto Mampu jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Menurutnya, Kota Mojokerto memiliki posisi strategis dalam penanganan TB karena selama ini turut memberikan layanan pengobatan bagi pasien dari luar wilayah.