Senin, 02 Feb 2026 09:50 WIB

Wali Kota Eri Tuntaskan Kasus Ijazah, Wawali Armuji Kembali Bikin Heboh

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Apr 2025 18:07 WIB
Sidak Wawali Armuji ke sebuah toko fashion milik pengusaha India di Surabaya.
Sidak Wawali Armuji ke sebuah toko fashion milik pengusaha India di Surabaya.

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya menuntaskan belasan laporan penahanan ijazah oleh perusahaan.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya

Dalam sepekan terakhir, 13 dari total 36 kasus telah diselesaikan melalui Posko Pengaduan Penahanan Ijazah yang digagas langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Langkah ini mendapat apresiasi dari para pekerja yang sebelumnya kesulitan memperoleh kembali dokumen penting mereka.

 

Namun, di tengah proses penyelesaian yang berlangsung tenang, Wakil Wali Kota Armuji kembali mencuri perhatian publik. Sebelumnya, ia sempat ramai diberitakan karena melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang milik pengusaha CV Sentoso Seal. Kini, ia kembali membuat heboh lewat sidak ke sebuah toko fashion milik pengusaha India di Surabaya.

 

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa laporan yang diterima berasal dari 24 perusahaan, baik yang berlokasi di dalam maupun luar kota.

 

“Hingga hari ini, dari total 36 pengaduan, 13 sudah kami selesaikan. Sisanya masih dalam proses verifikasi,” kata Zaini, Kamis (24/4/2025).

 

Verifikasi dilakukan karena sebagian laporan belum dilengkapi dokumen pendukung, seperti bukti penyerahan ijazah atau kontrak kerja. Menariknya, selain ijazah, Pemkot juga menangani kasus penahanan akta kelahiran yang berhasil diselesaikan tanpa jalur hukum.

Baca Juga: Akui Dipanggil Polisi, Armuji Tegaskan Tak Terlibat Kasus Bimtek DPRD Surabaya

 

Seluruh penyelesaian dilakukan melalui pendekatan dialog langsung antara Pemkot dan pihak perusahaan. Wali Kota Eri secara khusus mengimbau agar proses ini berjalan tanpa kegaduhan.

 

“Saya diperintah Pak Wali Kota Eri untuk tidak membuat kegaduhan, agar iklim usaha di Surabaya tetap kondusif. Perusahaan bisa beroperasi, dan pekerja tetap bekerja,” ujar Zaini.

 

Baca Juga: Mediasi Selesai, Begini Isi Surat Pernyataan Armuji ke Madas

Berbanding terbalik dengan pendekatan tenang Wali Kota, Armuji—lewat akun TikTok pribadinya—mengunggah video sidaknya ke toko fashion milik pengusaha India tersebut. Dalam video itu, seorang pegawai mengaku KTP-nya digunakan untuk membuka rekening bank, bukan untuk menerima gaji, melainkan untuk keperluan operasional toko. Ia juga menyebutkan jam kerja mencapai 12 jam per hari, dan salat Jumat harus dilakukan secara bergiliran antarkaryawan.

 

Pemilik toko membantah tudingan tersebut, berdalih bahwa sistem kerja yang diterapkan bersifat fleksibel dan tanpa kontrak formal.

 

Namun Armuji tetap bersikeras. “Ibadah salat Jumat tidak boleh digilir, harus tetap dilakukan di masjid. Itu hak setiap karyawan,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.