Senin, 02 Feb 2026 18:32 WIB

Disnaker Jatim Sebut Akar Kasus Penahanan Ijazah UD Sentoso Seal dari Proses Rekrutmen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Apr 2025 18:21 WIB
Kepala Bidang Pengawasan dan K3 Disnakertrans Jatim, Tri Widodo
Kepala Bidang Pengawasan dan K3 Disnakertrans Jatim, Tri Widodo

selalu.id - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur mengungkapkan fakta baru dalam kasus dugaan penahanan ijazah oleh UD Sentoso Seal. Salah satu akar masalahnya ternyata bermula dari proses rekrutmen yang dilakukan secara informal, yakni melalui media sosial.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengawasan dan K3 Disnakertrans Jatim, Tri Widodo, usai melakukan pemeriksaan terhadap pemilik UD Sentoso Seal, Jan Hwa Diana, pada Selasa (16/4/2025).

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

“Dari keterangan para pelapor, mereka awalnya melamar pekerjaan lewat media sosial. Kemudian diarahkan ke seseorang, lalu diserahkan lagi ke manajer. Setelah itu, ijazah mereka ditukar dengan tanda terima,” ungkap Tri.

Modus ini, menurutnya, menyulitkan penelusuran tanggung jawab langsung. Pasalnya, baik Diana maupun pihak yang disebut manajer tidak mengakui keterlibatan dalam perekrutan maupun penahanan ijazah.

“Hasil penyelidikan sementara, pola ini dibuat seolah-olah tidak melibatkan Bu Diana langsung. Tapi tetap perlu kami dalami siapa yang sebenarnya memegang kendali,” ujarnya.

Kasus ini kini terus bergulir dan bahkan berkembang. Awalnya, hanya satu orang yang melaporkan penahanan ijazah. Kini jumlahnya membengkak menjadi 31 orang dengan lokasi kerja yang tersebar di 12 titik berbeda di wilayah Surabaya.

“Dari 31 pengadu, tidak ada satu pun yang diakui oleh Bu Diana. Dia berdalih lupa atau tidak mengenal mereka. Bahkan hubungan kerja pun tidak diakui,” tambah Tri.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ia menyebut pengakuan Diana tidak cukup kuat untuk memutus dugaan tanggung jawab. Terlebih, kasus ini tidak hanya menyangkut penahanan ijazah, tetapi juga muncul aduan tambahan seperti upah di bawah ketentuan, tidak dibayarkannya lembur, hingga tidak didaftarkannya pekerja dalam kepesertaan BPJS.

“Ini semua akan kami tindak lanjuti lewat proses pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan Ketenagakerjaan (PAPK). Termasuk menyusuri 12 titik perusahaan tempat para pelapor bekerja,” jelas Tri.

Soal perizinan usaha, Disnakertrans Jatim juga belum mendapat kepastian apakah perusahaan yang dikelola Diana memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) atau tidak. Hal tersebut kini turut menjadi bagian dari pendalaman pemeriksaan.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Sementara itu, proses hukum administratif terus berjalan. Diana diketahui sempat mengaku belum menerima Nota Pemeriksaan pertama, sehingga Disnaker memberikan salinan ulang saat pemeriksaan. Dengan demikian, tenggat waktu klarifikasi mundur dari rencana awal.

“Kalau setelah nota kedua tidak ada tanggapan, kami bisa naikkan perkara ini ke tahap Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan berujung ke pengadilan,” tegas Tri.

Disnaker Jatim juga meminta semua pihak untuk berhati-hati dengan pola rekrutmen informal seperti ini, terutama lewat media sosial. “Jangan mudah menyerahkan dokumen penting seperti ijazah sebelum jelas status hubungan kerjanya,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.