Minggu, 01 Nov 2026 10:34 WIB

Ini Alasan Pemkot Soal Tingginya Kasus HIV/AIDS di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 19 Jan 2022 11:33 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Surabaya jadi kota dengan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) tertinggi se-Jawa Timur. Hal itu disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jatim yang mencatat bahwa ada sebanyak 323 pasien HIV/AIDS baru di Kota Surabaya, disusul Kabupaten Banyuwangi 186, dan Jember sebanyak 174.

Tingginya kasus HIV di Surabaya, disebabkan banyaknya warga luar yang bukan penduduk Surabaya melakukan pengobatan di Surabaya.

Baca Juga: Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina angkat bicara persoalan tersebut.

"Jadi, banyak warga luar yang berobat ke sini (Surabaya)," kata Kepala Dinas Kesehatan, Nanik Sukritisna, Rabu (19/1/2022).

Nanik menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi dan skrining dengan mendeteksi sejak dini dengan pendekatan terhadap kelompok resiko tertular HIV seperti waria, pekerja sex, IMS (penyakit akibat infeksi yang dapat tertular melalui hubungan seksual), dan pengguna narkoba jarum suntik.

"Lalu pada kelompok rentan tertular HIV, seperti ibu hamil, calon pengantin, pekerja hiburan, ABK (Anak Buah Kapal) dan pekerja pabrik," ujarnya.

Nanik menjelaskan, pihaknya juga melakukan skrining pada pasien dengan penyakit tertentu yang kemungkinan dapat disertai oleh HIV, seperti pasien IMS, pneumonia, dermatitis kronis, dan diare.

"Dengan keaktifan kami, akhirnya kasus semakin tinggi terdeteksinya. Pemeriksaan HIV ini ada di 63 puskesmas di Kota Surabaya, 54 rumah sakit, satu klinik berbasis pemerintah, dan satu klinik milik kantor kesehatan pelabuhan (KKP)," jelasnya.

Baca Juga: Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Nanik menyampaikan bahwa sebanyak 323 kasus telah ditemukan sepanjang tahun 2021 kemarin dan saat ini sedang dalam proses pengobatan atau telah mendapat penanganan oleh Pemkot Surabaya.

"Sebab, penderita dan orang yang tertular HIV tidak menunjukkan gejala apapun," ujarnya.

Virus HIV ini lebih sering menjangkit kelompok heteroseksual dan orientasi seksual antara laki-laki dan perempuan.

Sedangkan untuk usia yang paling banyak terjangkit virus ini adalah usia 25 - 44 tahun.

Baca Juga: Cekcok Berujung Pembacokan di Surabaya, 1 Pelaku Belum Ditemukan usai Lompat Sungai

"Tapi usia paling tinggi adalah usia 25 - 29 tahun, kemudian disusul usia 30 - 32 tahun. Paling banyak terjangkit adalah kaum laki-laki dengan prosentase 73 persen," ungkapnya.

Lebih lanjut Nanik menjelaskan, untuk jenis pekerjaan yang rawan terjangkit virus HIV/AIDS adalah karyawan dengan persentase 46, 2 persen, disusul ibu rumah tangga 18,9 persen, dan wiraswasta 14,6 persen.

"Lalu pada kelompok seksual tertentu, yakni homoseksual sebanyak 46 persen, heteroseksual 49 persen, dan bisexual 2,3 persen," jelas Nanik. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Jual dan Beli Turun Bunda, Ini Rinciannya 

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia umumnya dipengaruhi oleh harga emas global serta nilai tukar rupiah.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Waspada Orang Kedua, Tapi Keberuntungan dan Uang Masih Oke

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Sah! Hairul Syapril Sholeh Nahkoda Baru IKAPMII Jember 2026–2031

Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas alumni sekaligus meningkatkan peran IKAPMII dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah

Bantu Pemulihan Pasokan Air Bersih, SIER Salurkan Dua Tandon Air bagi Warga Terdampak Kebakaran Gunung Arjuno

selalu.id - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan dasar masyarakat melalui program Tanggung Jawab

Bupati Jember Gus Fawait Turun Gunung Sosialisasikan Layanan Bunga Desaku

Gus Fawait menegaskan bahwa pengurusan administrasi kependudukan, khususnya Kartu Tanda Penduduk (KTP), tidak dipungut biaya.

Melihat Tradisi Tedak Sinten di Nganjuk, Sebar Uang Koin hingga Jadi Rebutan

selalu.id - Warga Dusun Kepuhtelu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk masih melestarikan tradisi adat Jawa Piton-Piton atau yang juga dikenal