Senin, 19 Okt 2026 19:20 WIB

Biaya Pendidikan dan Seragam Sekolah Tinggi, Fuad Benardi: DPRD Jatim Dorong Kualitas Pendidikan 

Fuad Benardi
Fuad Benardi

selalu.id - Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Fuad Benardi, menggelar reses di Jl. Bogen 1, Surabaya, Rabu (26/2/2025) malam.  Reses pertama periode I tahun 2025 ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai permasalahan.  Salah satu isu utama yang mengemuka adalah tingginya biaya seragam sekolah di SMA/SMK negeri.  

 

Baca Juga: Ketua DPRD Jatim: Pembangunan Harus Merata, Berkelanjutan, dan Diawasi Ketat

Fuad menjelaskan,  biaya seragam yang harus dibeli melalui koperasi sekolah, termasuk biaya penjahit, jauh lebih mahal daripada membeli di pasaran.  Hal ini, menurutnya, disebabkan oleh sistem pengelolaan SMA/SMK yang saat ini menjadi tanggung jawab provinsi.

 

"Konsep SMA/SMK saat ini berbeda dengan sebelumnya.  Sekolah seolah menjadi lahan mencari pendapatan, sehingga muncul iuran komite yang menjadi beban tambahan bagi wali murid," ujar Fuad, Rabu (26/2/2025) malam.  

 

Ia menambahkan,  berdasarkan aspirasi yang diterima,  DPRD Jawa Timur akan mendorong agar sekolah fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, bukan mencari keuntungan.  "Kita akan berupaya agar ada subsidi tambahan, sehingga biaya pendidikan tidak memberatkan masyarakat," tegasnya.

 

Baca Juga: Sidang Korupsi Hibah Pokir Jatim, JPU KPK Bakal Panggil Sekda Jatim

Selain biaya seragam,  reses ini juga menerima keluhan terkait pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah.  Fuad menjelaskan,  pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut dengan menyampaikannya kepada instansi terkait, baik di tingkat kota maupun provinsi.  "Baik rumah sakit kota maupun provinsi, jika ada masalah pelayanan, akan kita sampaikan agar diperbaiki," jelasnya.

 

Permasalahan lain yang diangkat adalah maraknya program dengan iming-iming tertentu yang meminta biaya kepada pelaku UMKM.  Fuad mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus penipuan semacam ini.  "Kita sudah mendengar laporan terkait hal ini dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegahnya," tambahnya.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Apresiasi Penggerebekan Jalan Kunti, Minta Kapolda Baru Konsisten Berantas Narkoba

Terkait penambahan sekolah SMA/SMK di Surabaya, Fuad menekankan perlunya sinergi antara pemerintah provinsi dan kota.  Keterbatasan lahan di Surabaya mengharuskan adanya kerjasama untuk menemukan lokasi yang tepat.  "Pemerintah provinsi perlu berkolaborasi dengan pemerintah kota untuk pembangunan sekolah baru," pungkasnya.  

 

Reses ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mendorong pemerintah untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.  DPRD Jawa Timur berkomitmen untuk menindaklanjuti semua aspirasi yang telah disampaikan dan memperjuangkannya dalam program pokok pikiran.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

Limbah dari toilet, mandi, mencuci, dan memasak jika tidak ditangani bisa mencemari air tanah dan sungai.

Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Saat ini, kepolisian telah menetapkan satu anak sebagai ABH, sementara peran anak lainnya masih terus didalami oleh tim penyidik.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.