Selasa, 03 Feb 2026 17:08 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Tambah Kapasitas TPK Semarang 

Pelindo Terminal Petikemas
Pelindo Terminal Petikemas

selalu.id - Pelabuhan Tanjung Emas hingga saat ini masih menjadi pintu utama bagi lalu lintas logistik baik domestik maupun internasional di wilayah Jawa Tengah. Bahkan, dari tahun ke tahun, arus peti kemas yang melalui TPK Semarang yang berada di area Pelabuhan Tanjung Emas terus meningkat.

Pengelola TPK Semarang yakni PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat arus peti kemas sepanjang tahun 2024 tumbuh sekitar 15 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023. Pada tahun 2024 peti kemas yang melalui TPK Semarang mencapai 895.904 TEUs sementara tahun 2023 sebanyak 781.841 TEUs.

Baca Juga: Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan arus peti kemas di TPK Semarang terus tumbuh. Ia menyebut pada tahun 2020 peti kemas yang melalui TPK Semarang sebanyak 717.062 TEUs. Hal ini menjadikan perseroan berencana untuk melakukan penataan terminal untuk mengoptimalkan kapasitas terminal.

Dalam jangka pendek di tahun 2025 ini, PT Pelindo Terminal Petikemas berencana mengoperasikan dermaga samudera sepanjang 150 meter untuk mendukung tambatan kapal TPK Semarang. Pada dermaga tersebut akan didukung 2 unit alat jenis harbour mobile crane untuk kegiatan bongkar muat. Termasuk juga melakukan penyiapan lapangan penumpukan tambahan untuk peti kemas.

Untuk jangka panjang, PT Pelindo Terminal Petikemas akan mendatangkan alat bongkar muat baru jenis quay container crane (alat yang digunakan untuk mengangkat peti kemas dari kapal ke truk atau sebaliknya) yang tiba pada triwulan 2 tahun 2026 mendatang. Selain itu juga dilakukan peninggian dermaga dan lapangan penumpukan di area TPK Semarang. Diperkirakan pada tahun 2029 nanti, arus peti kemas yang melalui TPK Semarang bisa mencapai 1,2 juta TEUs.

“Arus peti kemas di Semarang terus tumbuh, ini tentu tak lepas dari industri yang juga tumbuh di wilayah Jawa Tengah. Kami perlu melakukan penataan terminal agar kapasitas tetap memadai dan TPK Semarang dapat memberikan pelayanan secara maksimal,” kata Widyaswendra, Kamis (20/2/2025).

Upaya penataan dilakukan oleh PT Pelindo Terminal Petikemas untuk menghindari terjadinya kongesti di TPK Semarang baik dari sisi laut (kesiapan tambatan) maupun dari sisi darat (penumpukan peti kemas). Perseroan saat ini tengah mempersiapkan segala kelengkapan penunjang agar hal tersebut tetap berada pada koridor tata kelola yang baik.

Menurut catatan PT Pelindo Terminal Petikemas, arus peti kemas TPK Semarang pada tahun 2024 terdiri dari peti kemas luar negeri sebanyak 766.914 TEUs dan peti kemas dalam negeri sebanyak 128.990 TEUs. Arus peti kemas luar negeri tumbuh 13 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023 sementara arus peti kemas dalam negeri tumbuh 24 persen.

“Jika melihat catatan TPK Semarang antara peti kemas ekspor dan impor hampir seimbang. Peti kemas ekspor sebanyak 385.224 TEUs dan peti kemas impor sebanyak 381.689 TEUs,” urainya.

Peningkatan arus peti kemas di TPK Semarang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah peningkatan peti kemas ekspor dengan tujuan Taiwan sebanyak 14 persen, Amerika 26 persen, Jerman 21 persen, Tiongkok sebesar 15 persen. Sebagian besar peti kemas tersebut berisi barang-barang seperti produk kayu (furniture) dan sepatu.

Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Gelar Pelatihan BLS untuk 30 Peserta di Surabaya

Perluasan Lapangan Penumpukan Peti Kemas

Ketua DPW ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) wilayah Jawa Tengah dan DIY, Teguh Arif Handoko, menyambut positif rencana penambahan kapasitas TPK Semarang, khususnya perluasan lapangan penumpukan peti kemas, mengingat pertumbuhan kargo dari Provinsi Jawa Tengah yang tumbuh cukup luar biasa dalam beberapa tahun terakhir.

“Kita menyambut baik rencana penambahan kapasitas, khususnya perluasan lapangan penumpukan karena arus peti kemas di TPK Semarang diperkirakan akan terus tumbuh signifikan ke depannya,” kata Teguh.

Teguh mengatakan pertumbuhan volume di TPK Semarang pada tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini merupakan cerminan dari pertumbuhan industri di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

“Adanya dua kawasan ekonomi khusus Kawasan Industri Tegal dan Kawasan Industri Terpadu Batang memicu pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan kawasan industri yang luar biasa ini sangat mempengaruhi volume perdagangan, baik untuk ekspor maupun impor bahan baku,” kata Teguh.

Baca Juga: Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs, Tumbuh 6,87 Persen

Menurutnya, sektor logistik dan forwarding pada tahun 2024 mengalami pertumbuhan hampir 20%. “Ini tentu berkontribusi positif terhadap pertumbuhan di Pelabuhan, khususnya terminal petikemas seperti TPKS,” lanjut Teguh.

Trend pertumbuhan tersebut, menurut Teguh, akan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, kawasan industri KITB di Batang sedang menggeliat. Karena itu, Teguh meminta Pelindo untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan volume peti kemas ke depan sehingga tidak terjadi potensi kongesti.

“Kami juga berharap TPK Semarang agar segera merealisasikan rencana penambahan peralatan agar bisa memperlancar proses bongkar muat,” katanya.

Teguh juga menghimbau para pemilik barang, khususnya importir, agar sesegera mungkin mengeluarkan kargonya dari terminal untuk menghindari potensi kongesti.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.