Selasa, 09 Jun 2026 03:51 WIB

Komisi C: Banyak Pompa Tak Efektif Atasi Banjir di Surabaya, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Feb 2025 15:01 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto

selalu.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada peninggian jalan dan pembangunan saluran baru, tetapi harus memperhatikan konektivitas saluran air serta pemeliharaannya.

“Kalau kita bicara banjir, ada empat faktor utama yang memengaruhi, kebiasaan masyarakat, konektivitas saluran, kondisi cuaca termasuk rob, serta pemeliharaan drainase,” ujar Nurjayanto, kepada selalu.id, Selasa (11/2/2025).

Menurutnya, sekitar 70-80 persen saluran air di Surabaya sebenarnya sudah terkoneksi dengan baik. Namun, masih ada daerah-daerah perkampungan yang sulit diakses karena pembangunan rumah warga tidak mempertimbangkan aliran air.

Kondisi ini, kata dia, menyebabkan penyempitan jalur sungai, sehingga normalisasi harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih kompleks.

“Pemerintah kota harus mencari solusi bagaimana melakukan normalisasi di daerah-daerah yang sudah padat permukiman. Ini butuh diskusi yang matang, karena persoalannya bukan hanya teknis, tapi juga sosial,” tambahnya.

Saat ini, Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD Surabaya tengah merumuskan strategi komprehensif untuk mengatasi banjir, dengan pendekatan berbasis pemetaan per kecamatan.

Langkah ini diambil karena sistem drainase sering kali melibatkan lebih dari satu kelurahan, sehingga perlu koordinasi yang lebih luas.

“Pansus ini tidak ingin terburu-buru, tapi juga tidak ingin berlarut-larut. Ini bukan hanya soal regulasi, tapi warisan kebijakan yang harus benar-benar efektif,” tegas Nurjayanto.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan gorong-gorong yang selama ini sering terabaikan. “Gorong-gorong yang baru dibangun seharusnya bisa bertahan puluhan tahun, tapi kenyataannya dalam hitungan tahun sudah tersumbat oleh sedimentasi. Kita butuh sistem pembersihan modern yang lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Sebagai bagian dari target Surabaya bebas banjir pada 2026, pemerintah kota berencana menambah lima titik pompa air baru pada 2025.

Namun, Politisi Golkar itu mengingatkan bahwa keberadaan pompa air saja tidak cukup jika aliran air dari pemukiman menuju pompa masih tersendat.

“Pompa air sebanyak apa pun tidak akan efektif jika saluran air dari pemukiman masih tersumbat. Ini yang harus dipastikan berjalan lancar,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Janji Segera Sahkan Perda Disabilitas

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pakar ITS Soal Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari: Test Pile Harus Berizin!

Pengujian pondasi melalui test pile menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tanah sesuai dengan kebutuhan desain konstruksi yang telah direncanakan.

Pemkab Sidoarjo Perkuat TPS 3R dan Digitalisasi, Targetkan Kota Bebas Sampah Liar

Bupati Sidoarjo, Subandi menegaskan penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab DLHK, tetapi seluruh elemen masyarakat.

Komplotan Curanmor Spesialis Minimarket di Surabaya Ditembak, Ini Tampang dan Jejak Kejahatannya

Saat ini penyidik tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain yang turut terlibat dalam aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Pesan Khusus Gus Barra saat Resmikan GOR di Kelulusan SMPN 1 Ngoro Mojokerto

Gus Barra mengatakan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan membutuhkan peran aktif orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Mahasiswa di Surabaya Dikeroyok Kelompok Pesilat Mabuk: HP Raib, Kini Masuk Rumah Sakit

Saat ini, Satreskrim Polrestabes Surabaya masih melakukan pengembangan penyidikan untuk menangkap satu pelaku yang masih buron.

Awas! Ada Razia Kendaraan Besar-besaran di Surabaya hingga Akhir Tahun 2026

Salah satu titik operasi berlangsung di Jalan Ir Soekarno (MERR). Kegiatan serupa akan digelar bergilir di lima wilayah Surabaya hingga akhir tahun 2026.