Selasa, 03 Feb 2026 10:16 WIB

Komisi C: Banyak Pompa Tak Efektif Atasi Banjir di Surabaya, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Feb 2025 15:01 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto

selalu.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada peninggian jalan dan pembangunan saluran baru, tetapi harus memperhatikan konektivitas saluran air serta pemeliharaannya.

“Kalau kita bicara banjir, ada empat faktor utama yang memengaruhi, kebiasaan masyarakat, konektivitas saluran, kondisi cuaca termasuk rob, serta pemeliharaan drainase,” ujar Nurjayanto, kepada selalu.id, Selasa (11/2/2025).

Menurutnya, sekitar 70-80 persen saluran air di Surabaya sebenarnya sudah terkoneksi dengan baik. Namun, masih ada daerah-daerah perkampungan yang sulit diakses karena pembangunan rumah warga tidak mempertimbangkan aliran air.

Kondisi ini, kata dia, menyebabkan penyempitan jalur sungai, sehingga normalisasi harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih kompleks.

“Pemerintah kota harus mencari solusi bagaimana melakukan normalisasi di daerah-daerah yang sudah padat permukiman. Ini butuh diskusi yang matang, karena persoalannya bukan hanya teknis, tapi juga sosial,” tambahnya.

Saat ini, Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD Surabaya tengah merumuskan strategi komprehensif untuk mengatasi banjir, dengan pendekatan berbasis pemetaan per kecamatan.

Langkah ini diambil karena sistem drainase sering kali melibatkan lebih dari satu kelurahan, sehingga perlu koordinasi yang lebih luas.

“Pansus ini tidak ingin terburu-buru, tapi juga tidak ingin berlarut-larut. Ini bukan hanya soal regulasi, tapi warisan kebijakan yang harus benar-benar efektif,” tegas Nurjayanto.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan gorong-gorong yang selama ini sering terabaikan. “Gorong-gorong yang baru dibangun seharusnya bisa bertahan puluhan tahun, tapi kenyataannya dalam hitungan tahun sudah tersumbat oleh sedimentasi. Kita butuh sistem pembersihan modern yang lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Sebagai bagian dari target Surabaya bebas banjir pada 2026, pemerintah kota berencana menambah lima titik pompa air baru pada 2025.

Namun, Politisi Golkar itu mengingatkan bahwa keberadaan pompa air saja tidak cukup jika aliran air dari pemukiman menuju pompa masih tersendat.

“Pompa air sebanyak apa pun tidak akan efektif jika saluran air dari pemukiman masih tersumbat. Ini yang harus dipastikan berjalan lancar,” tegasnya.

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.