Jumat, 07 Agu 2026 22:58 WIB

Komisi C: Banyak Pompa Tak Efektif Atasi Banjir di Surabaya, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Feb 2025 15:01 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto

selalu.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurjayanto, menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa hanya bergantung pada peninggian jalan dan pembangunan saluran baru, tetapi harus memperhatikan konektivitas saluran air serta pemeliharaannya.

“Kalau kita bicara banjir, ada empat faktor utama yang memengaruhi, kebiasaan masyarakat, konektivitas saluran, kondisi cuaca termasuk rob, serta pemeliharaan drainase,” ujar Nurjayanto, kepada selalu.id, Selasa (11/2/2025).

Menurutnya, sekitar 70-80 persen saluran air di Surabaya sebenarnya sudah terkoneksi dengan baik. Namun, masih ada daerah-daerah perkampungan yang sulit diakses karena pembangunan rumah warga tidak mempertimbangkan aliran air.

Kondisi ini, kata dia, menyebabkan penyempitan jalur sungai, sehingga normalisasi harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih kompleks.

“Pemerintah kota harus mencari solusi bagaimana melakukan normalisasi di daerah-daerah yang sudah padat permukiman. Ini butuh diskusi yang matang, karena persoalannya bukan hanya teknis, tapi juga sosial,” tambahnya.

Saat ini, Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD Surabaya tengah merumuskan strategi komprehensif untuk mengatasi banjir, dengan pendekatan berbasis pemetaan per kecamatan.

Langkah ini diambil karena sistem drainase sering kali melibatkan lebih dari satu kelurahan, sehingga perlu koordinasi yang lebih luas.

“Pansus ini tidak ingin terburu-buru, tapi juga tidak ingin berlarut-larut. Ini bukan hanya soal regulasi, tapi warisan kebijakan yang harus benar-benar efektif,” tegas Nurjayanto.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan gorong-gorong yang selama ini sering terabaikan. “Gorong-gorong yang baru dibangun seharusnya bisa bertahan puluhan tahun, tapi kenyataannya dalam hitungan tahun sudah tersumbat oleh sedimentasi. Kita butuh sistem pembersihan modern yang lebih cepat dan efisien,” paparnya.

Sebagai bagian dari target Surabaya bebas banjir pada 2026, pemerintah kota berencana menambah lima titik pompa air baru pada 2025.

Namun, Politisi Golkar itu mengingatkan bahwa keberadaan pompa air saja tidak cukup jika aliran air dari pemukiman menuju pompa masih tersendat.

“Pompa air sebanyak apa pun tidak akan efektif jika saluran air dari pemukiman masih tersumbat. Ini yang harus dipastikan berjalan lancar,” tegasnya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tuan Rumah, DPRD Surabaya Ingin Porprov Jatim 2027 Berbasis Sportainment dan Dongkrak UMKM

Editor : Ading
Berita Terbaru

Uji Mental Peserta, Prelimenary Raka Raki 2026 Digelar di Atrium Gressmall

Kegiatan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan ini, menurut Ali Affandi, akan mengasah mental peserta di depan pengunjung mall.

Jatanras Polda Jatim Bekuk Mantan Satpam Pembunuh Nenek di Pasuruan

Polisi akan segera menggelar rekonstruksi lengkap guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap tabir kejahatan ini secara utuh.

Dua Legenda Timnas Turun Gunung, Yusuf Ekodono dan Anang Ma'ruf Kawal Pembinaan Pemain Muda di Soekarno Cup 2026

Turnamen kelompok umur edisi ketiga ini bakal mengumpulkan 400 talenta muda dari 16 provinsi se-Indonesia.

Sambut HUT ke-81 RI dan Akreditasi Paripurna, RSD dr. Soebandi Jember Berbagi Santunan ke Warga Sekitar

Langkah ini diharapkan membuat masyarakat ikut merasa memiliki serta mendukung tumbuh kembang rumah sakit rujukan tersebut.

Fakta Baru Pencurian Kursi Besi Pemkot Surabaya, Ternyata Libatkan Perempuan

Saat ini, perempuan tersebut tengah diperiksa intensif untuk mengungkap perannya. Namun, dari pemeriksaan awal, dia berperan sebagai kaki tangan pelaku utama.

Hadirkan Tokoh Lintas Agama, Jember Bersholawat jadi Momentum Perkuat Toleransi dan Pelayanan Publik

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Jember berupaya membumikan salawat sekaligus memperkuat nilai keislaman, kebangsaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.