Selasa, 03 Feb 2026 22:31 WIB

Setia pada Megawati, PDIP Surabaya Tolak Intervensi Kongres 2025

Banteng Surabaya
Banteng Surabaya

selalu.id - Kongres VI PDI Perjuangan yang akan digelar pada 2025 mendatang telah diterpa berbagai isu upaya intervensi dan pecah belah. Menanggapi hal itu, Keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya pun menetapkan sikap dengan mencetuskan lima sikap yang berisi kesetiaan dan solid bergerak di bawah kepemimpinan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Kebulatan sikap dan tekad itu dicetuskan “banteng-banteng” Surabaya, yang terekam pada video yang beredar masif di media sosial dan grup-grup percakapan sosial seperti WhatsApp.

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Dalam tayangan video itu, Ketua DPC PDIP Adi Sutarwijono didampingi para pengurus PDIP tingkat kecamatan se-Surabaya serta Satgas Cakra Buana PDIP. Adi mengatakan, pihaknya telah mencermati situasi politik menjelang Kongres ke-VI PDI Perjuangan 2025. Di antaranya ada upaya untuk memecah belah dan mengintervensi pelaksanaan kongres tersebut.

Adi Sutarwijono menegaskan, pertama, bahwa keluarga besar PDI Perjuangan Kota Surabaya selalu setia dan kompak, solid bergerak, mendukung kepemimpinan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri serta menjalankan seluruh amanatnya.

“Kedua, kami juga memastikan suara arus bawah menghendaki Ibu Megawati Soekarnoputri kembali terpilih menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan dalam kongres tahun depan,” tegas Adi.

“Ketiga, juga menolak keras segala macam upaya adu domba, politik pecah belah, intervensi yang mencoba mencampuri Kongres ke-VI PDI Perjuangan,” imbuh Adi.

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Keempat; seluruh simpatisan, kader, dan pengurus PDIP se-Surabaya mulai tingkat kota, kecamatan, kelurahan, hingga RW mendukung penuh keputusan DPP PDI Perjuangan yang tegas memecat Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Mohammad Bobby Afif Nasution sebagai anggota PDI Perjuangan.

“Keputusan itu kami nilai tepat untuk menjaga prinsip-prinsip konstitusi, demokrasi dan AD/ART PDI Perjuangan. Serta menjaga kesetiaan dan marwah partai,” ujar Adi.

Kelima, lanjut Adi, seluruh jajaran PDIP Surabaya terus bergerak di tengah masyarakat. Bagi kader-kader banteng turun membantu masyarakat tak hanya dilakukan sesaat menjelang Pemilu saja.

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

“Sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, kami banteng-banteng Kota Surabaya senantiasa menjaga kesolidan dan terus bergerak di tengah-tengah rakyat. Menjaga konsistensi pergerakan PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik,” tegas Adi.

Pada akhir pernyataan, keluarga besar PDIP Surabaya mendoakan Megawati Soekarnoputri agar diberikan kesehatan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin PDI Perjuangan. “Semoga Allah SWT, Tuhan YME, meridhoi dan menjaga persatuan dan keutuhan PDI Perjuangan. Amin,” demikian pernyataan di video tersebut.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.