Kamis, 03 Sep 2026 14:27 WIB

Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Sapi-sapi kurban PDIP yangvakan didistribusikan ke tiap-tiap daerah
Sapi-sapi kurban PDIP yangvakan didistribusikan ke tiap-tiap daerah

selalu.id - Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan PDI Perjuangan Jawa Timur untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Tahun ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Penyaluran dilakukan melalui DPC kabupaten dan kota, pondok pesantren, panti asuhan, masjid, dan musala yang melaksanakan penyembelihan bersama masyarakat. Di luar distribusi dari DPD, banyak kader partai, anggota DPRD provinsi maupun kabupaten dan kota, hingga pengurus PAC di berbagai daerah juga melaksanakan kurban secara mandiri.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah juga secara khusus menyalurkan ratusan sapi kurban untuk wilayah Madura. Menjelang Idul Adha tahun ini, sedikitnya 298 ekor sapi kurban disalurkan di berbagai wilayah Madura sebagai bagian dari kepedulian kepada masyarakat.

Suasana gotong royong terasa di banyak tempat. Warga bersama kader dan relawan ikut membantu proses penyembelihan, membungkus daging kurban, hingga mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prasetiyono, mengatakan Idul Adha selalu menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga rasa kemanusiaan dan solidaritas sosial, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.

“Di situasi seperti sekarang, masyarakat membutuhkan rasa kebersamaan. Banyak keluarga sedang berjuang menghadapi kebutuhan hidup yang semakin berat. Karena itu, semangat berbagi dan saling peduli perlu terus dirawat,” kata Didik.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang ketulusan, pengorbanan, dan keikhlasan untuk kepentingan yang lebih besar.

Baca Juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR

“Idul Adha mengajarkan bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri-sendiri. Ada nilai berbagi, ada kepedulian, ada rasa ingin membantu sesama. Nilai seperti itu yang penting dijaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Didik mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selama ini selalu mengingatkan kader partai untuk dekat dengan rakyat dan menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan bangsa.

“Pesan Ibu Megawati sederhana, partai harus hadir di tengah rakyat. Jadi ketika ada momentum seperti Idul Adha, kader bergerak bersama masyarakat, ikut membantu, ikut berbagi, dan menjaga kebersamaan,” tuturnya.

Di Surabaya, sebagian proses penyembelihan dilakukan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) guna membantu menjaga aspek kebersihan dan kenyamanan lingkungan perkotaan. Meski demikian, penyembelihan tetap banyak dilakukan di lingkungan masjid, panti asuhan, dan pesantren bersama warga secara bergotong royong.

Baca Juga: Soal Foto Armuji Tak Dipasang di Poster Soekarno Cup 2026, Begini Jawaban Halus Panitia

Ia menilai suasana Idul Adha selalu menghadirkan energi positif karena mempertemukan banyak orang dalam semangat kebersamaan.

“Ada yang menyumbang tenaga, ada yang membantu membungkus daging, ada yang mengantar ke rumah-rumah warga. Hal-hal sederhana seperti ini yang membuat rasa persaudaraan tetap hidup,” ujarnya.

Melalui momentum Idul Adha, PDI Perjuangan Jawa Timur berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Tantangan ekonomi dan kehidupan hari ini akan terasa lebih ringan ketika dihadapi bersama-sama.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.