Rabu, 16 Sep 2026 23:39 WIB

Ini Penyebab Surabaya Tertinggi Kasus Kekerasan Anak di Jatim 2021

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Jan 2022 10:21 WIB
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Surabaya menjadi urutan pertama kota dengan angka kekerasan anak tertinggi di Jawa Timur tahun 2021, hal ini berbanding terbalik dengan predikat Kota Layak Anak yang selama 5 tahun berturut-turut disematkan kepada Surabaya.

Dalam catatan LPA Jatim, kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Timur meningkat 100 persen selama 2021. Tahun 2020 jumlah kasus sebanyak 186, sedangkan tahun 2021 naik menjadi 368 kasus.

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

"Surabaya posisi pertama terbanyak total 47 Kasus kekerasan pada anak 2021," kata Kepala Bidang Data, Informasi dan Litbant LPA Jatim, M Isa Ansori, saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (3/1/2022).

Isa menyebut bahwa tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Surabaya lantaran kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan juga tinggi.

"Sebetulnya Surabaya selalu menjadi penyumbang terbanyak sejak 5 tahun terakhir ini. Memang Surabaya adalah kota ramah anak, tetapi sebagai kota metropolis, tentu saja bahwa kemudahan akses melapor dan kesadaran warga untuk melapor lebih tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Tuntut Lebar Sungai Dikembalikan, Warga Keputih Surabaya Protes Sejumlah Pengembang Besar

Ia menyampaikan, kekerasan terhadap anak di kota lain juga tak kalah tinggi sebenarnya. Karena kesadaran melapor membuat Surabaya menjadi urutan pertama. Menurut Isa, kasus kekerasan terhadap anak ini seperti fenomena gunung es yang mengakar besar di bawah namun tidak terekspose.

"Apalagi data kami bersumber dari laporan masyarakat dan media, sehingga kemudahan melapor ke kami juga menjadi faktor jumlah kasus," terangnya.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Demo Tolak Muzakki Kembali Pimpin Kampus, Angkat Persoalan Dana Hingga UKT

"Kota Surabaya banyak yang terbuka melakukan laporan," imbuhnya.

Selain karena kesadaran melapor, Pemkot Surabaya juga telah membuka diri memberikan berbagai fasilitas untuk pelaporan kasus kekerasan terhadap anak. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.