Selasa, 21 Jul 2026 19:32 WIB

Ini Penyebab Surabaya Tertinggi Kasus Kekerasan Anak di Jatim 2021

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Jan 2022 10:21 WIB
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto
Balai Kota Surabaya. Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Surabaya menjadi urutan pertama kota dengan angka kekerasan anak tertinggi di Jawa Timur tahun 2021, hal ini berbanding terbalik dengan predikat Kota Layak Anak yang selama 5 tahun berturut-turut disematkan kepada Surabaya.

Dalam catatan LPA Jatim, kasus kekerasan terhadap anak di Jawa Timur meningkat 100 persen selama 2021. Tahun 2020 jumlah kasus sebanyak 186, sedangkan tahun 2021 naik menjadi 368 kasus.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Surabaya posisi pertama terbanyak total 47 Kasus kekerasan pada anak 2021," kata Kepala Bidang Data, Informasi dan Litbant LPA Jatim, M Isa Ansori, saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (3/1/2022).

Isa menyebut bahwa tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Surabaya lantaran kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus kekerasan juga tinggi.

"Sebetulnya Surabaya selalu menjadi penyumbang terbanyak sejak 5 tahun terakhir ini. Memang Surabaya adalah kota ramah anak, tetapi sebagai kota metropolis, tentu saja bahwa kemudahan akses melapor dan kesadaran warga untuk melapor lebih tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Ia menyampaikan, kekerasan terhadap anak di kota lain juga tak kalah tinggi sebenarnya. Karena kesadaran melapor membuat Surabaya menjadi urutan pertama. Menurut Isa, kasus kekerasan terhadap anak ini seperti fenomena gunung es yang mengakar besar di bawah namun tidak terekspose.

"Apalagi data kami bersumber dari laporan masyarakat dan media, sehingga kemudahan melapor ke kami juga menjadi faktor jumlah kasus," terangnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Kota Surabaya banyak yang terbuka melakukan laporan," imbuhnya.

Selain karena kesadaran melapor, Pemkot Surabaya juga telah membuka diri memberikan berbagai fasilitas untuk pelaporan kasus kekerasan terhadap anak. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.