Usai Viralnya Video Sapi Ditembak, RPH Surabaya Pastikan Harga Daging Stabil
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 29 Sep 2024 13:05 WIB
Selalu.id - Direktur Utama PD RPH Kota Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho memastikan harga daging di Kota Pahlawan relatif stabil. Pernyataan ini disampaikan usai viralnya video sapi yang dipingsankan dengan cara ditembak.
Fajar menjelaskan meski pasokan sapi lokal mengalami penurunan pasca Hari Raya Idul Adha, hal itu tidak mempengaruhi harga dan stok daging di pasaran.
Baca Juga: Demo Jagal RPH Pegirian Memanas, Emak-Emak Geruduk Ruang Ketua DPRD Surabaya
"Harga daging D1 itu sekitar Rp 110 sampai dengan Rp 120 ribu per kilogram. Prinsipnya tidak ada inflasi harga daging di Surabaya, harga daging relatif stabil," kata Fajar, Minggu (29/9/2024).
Fajar mengungkapkan bahwa tren penurunan pasokan sapi lokal setelah Idul Adha, merupakan hal yang biasa.
Namun, pihaknya telah mengambil langkah antisipatif dengan mendatangkan sapi dari luar daerah untuk menambah pasokan di Surabaya.
"Setelah Idul Adha biasanya pasokan sapi lokal agak berkurang. Kami menambah pasokan dengan sapi dari luar daerah untuk memastikan kebutuhan daging tetap terpenuhi," ungkap Fajar.
Baca Juga: Relokasi RPH Pegirian Jalan Terus, Pasar Arimbi Tetap Beroperasi Normal
Meski pasokan sapi lokal berkurang, tidak ada inflasi atau kenaikan harga daging di Surabaya. Hal ini dikarenakan permintaan daging masih dapat diimbangi dengan pasokan yang tersedia. "Alhamdulillah tidak ada lonjakan harga daging maupun inflasi," ujarnya.
Fajar mengungkapkan bahwa setiap akhir bulan, PD RPH bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga rutin melakukan rapat pengendalian harga bahan pokok. Dalam rapat tersebut, daging tidak termasuk dalam komoditas yang mengalami kenaikan harga.
"Kenaikan harga daging biasanya terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, selebihnya harga relatif terkendali dan aman," imbuhnya.
Baca Juga: Mogok Jagal Pegirian Sempat Ganggu Pasokan, RPH Pastikan Stok Daging Surabaya Aman
Terkait stok daging di Surabaya, Fajar memastikan bahwa PD RPH masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun permintaan daging fluktuatif. Ia mencontohkan seperti pada bulan Maulid Nabi, permintaan daging cenderung meningkat karena banyaknya perayaan atau hajatan yang dilakukan masyarakat.
"Biasanya permintaan tergantung pada bulan-bulan tertentu. Pada bulan Maulid Nabi ini, permintaan daging meningkat karena banyak perayaan. Tapi kami bisa memenuhi kebutuhan dengan pemotongan rata-rata sekitar 125 ekor sapi per hari di RPH Pegirian," tutupnya.
Editor : Redaksi
