Minggu, 19 Jul 2026 19:26 WIB

Muncul Gerakan Menangkan Bumbung Kosong, Pengamat: Masyarakat Sudah Cerdas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Agu 2024 18:30 WIB
Direktur Eksekutif Republic Research, Lasiono
Direktur Eksekutif Republic Research, Lasiono

selalu.id - Fenomena kotak kosong disejumlah daerah pada Pilkada serentak 2024 membuat masyarakat tidak mempunyai pilihan calon pemimpin dan terjadinya krisis demokrasi.

Khususnya, di Jawa Timur, sejumlah daerah memunculkan lawan kotak kosong atau disebut bumbung kosong. Seperti di pilkada di Gresik yakni bakal paslon Gus Yani-dr Alif. Kemudian, di Bojonegoro yakni Setyo Wahono-Nurul Azizah. Lalu, di Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

Baca Juga: Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Menanggapi fenomena kotak kosong, Direktur Eksekutif Republic Research, Lasiono mengungkapkan pasca Pemilu Pilpres bahwa masyarakat berharap kembali pilar-pilar demokrasi. Namun, nyatanya tidak terjadi di Pilkada.

"Aku melihat (fenomena bumbung kosong ini) ada beberapa Prespektif. Ya salah satunya kepentingan kekuasaan," Lasiono, kepada selalu.id, Jumat (30/8/2024).

Menurutnya, bumbung kosong mencerminkan kegagalan partai politik dalam membangun kepercayaan dan elektabilitas di mata masyarakat.

"Artinya, kekuasaan bukan hanya soal menang atau kalah. Tetapi, kesan kemampuan membangun kepercayaan dan simpati masyarakat," jelasnya.

Lasiono menerangkan apabila partai- partai politik tidak percaya pada kemampuan elektabilitasnya. Maka, parpol enggan mengusung calon yang menunjukkan kepercayaan diri. Bahkan, ini menunjukkan kegagalan dan fungsi parpol.

"Partai politik itu kan selalu siap dengan calon yang diusung, namun realitas politik tahun ini karena banyak partai yang tidak siap," ucapnya.

"Partai politik tidak mampu melakukan seleksi dan kaderisasi yang efektif. Itu yang terjadi, fenomena seperti itu (bumbung kosong),” tambahnya.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Selain itu, aktivis 98 ini menilai bumbung kosong ini juga membuat hilangnya alternatif pilihan untuk masyarakat.

"Jadi masyarakat tidak diberikan calon alternatif, karena kontraknya gini, demokrasi kan antara manusia dan manusia bukan manusia dengan kotak kosong," tuturnya.

Maka, lanjut Lasiono, tidak terjadi dialog adu gagasan. Ketika calon melawan kotak kosong, sudah dipastikan masyarakat kehilangan kesempatan untuk memilih.

"Ini demokrasi yang tidak sehat, kalau ini yang terjadi ini tidak sehat demokrasi ini," tegasnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Khusus bumbung kosong di Surabaya, tambah Lasiono, ia menilai partai-partai politik tidak mampu mencetak kader sesuai fungsinya. Menurutnya kredibilitas partai diragukan dalam kaderisasi.

"Sampai saat ini kan partai-partai enggak mampu memunculkan calon (Kaderisasi) terbaiknya. Ini kan pertaruhan," terangnya.

Lasiono menilai masyarakat sekarang sudah cerdas menentukan pilihannya. Ia menyebut masyarakat Surabaya bisa menilai pasangan Eri Cahyadi-Armuji melalui rekam jejak kinerja.

"Masyarakat sekarang sudah cerdas, tinggal menilai apakah Eri selama lima tahun ini sesuai dengan keinginan masyarakat Surabaya atau tidak. Masyarakat yang akan menentukan pilihannya," tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.

Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

"Dari pembayaran bunga itu saja, total yang sudah dibayarkan Rp1,5 juta. Tapi hutang pokok belum lunas,” aku IR kepada awak media.