Minggu, 18 Okt 2026 19:14 WIB

Muncul Gerakan Menangkan Bumbung Kosong, Pengamat: Masyarakat Sudah Cerdas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 30 Agu 2024 18:30 WIB
Direktur Eksekutif Republic Research, Lasiono
Direktur Eksekutif Republic Research, Lasiono

selalu.id - Fenomena kotak kosong disejumlah daerah pada Pilkada serentak 2024 membuat masyarakat tidak mempunyai pilihan calon pemimpin dan terjadinya krisis demokrasi.

Khususnya, di Jawa Timur, sejumlah daerah memunculkan lawan kotak kosong atau disebut bumbung kosong. Seperti di pilkada di Gresik yakni bakal paslon Gus Yani-dr Alif. Kemudian, di Bojonegoro yakni Setyo Wahono-Nurul Azizah. Lalu, di Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji.

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

Menanggapi fenomena kotak kosong, Direktur Eksekutif Republic Research, Lasiono mengungkapkan pasca Pemilu Pilpres bahwa masyarakat berharap kembali pilar-pilar demokrasi. Namun, nyatanya tidak terjadi di Pilkada.

"Aku melihat (fenomena bumbung kosong ini) ada beberapa Prespektif. Ya salah satunya kepentingan kekuasaan," Lasiono, kepada selalu.id, Jumat (30/8/2024).

Menurutnya, bumbung kosong mencerminkan kegagalan partai politik dalam membangun kepercayaan dan elektabilitas di mata masyarakat.

"Artinya, kekuasaan bukan hanya soal menang atau kalah. Tetapi, kesan kemampuan membangun kepercayaan dan simpati masyarakat," jelasnya.

Lasiono menerangkan apabila partai- partai politik tidak percaya pada kemampuan elektabilitasnya. Maka, parpol enggan mengusung calon yang menunjukkan kepercayaan diri. Bahkan, ini menunjukkan kegagalan dan fungsi parpol.

"Partai politik itu kan selalu siap dengan calon yang diusung, namun realitas politik tahun ini karena banyak partai yang tidak siap," ucapnya.

"Partai politik tidak mampu melakukan seleksi dan kaderisasi yang efektif. Itu yang terjadi, fenomena seperti itu (bumbung kosong),” tambahnya.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Selain itu, aktivis 98 ini menilai bumbung kosong ini juga membuat hilangnya alternatif pilihan untuk masyarakat.

"Jadi masyarakat tidak diberikan calon alternatif, karena kontraknya gini, demokrasi kan antara manusia dan manusia bukan manusia dengan kotak kosong," tuturnya.

Maka, lanjut Lasiono, tidak terjadi dialog adu gagasan. Ketika calon melawan kotak kosong, sudah dipastikan masyarakat kehilangan kesempatan untuk memilih.

"Ini demokrasi yang tidak sehat, kalau ini yang terjadi ini tidak sehat demokrasi ini," tegasnya.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Khusus bumbung kosong di Surabaya, tambah Lasiono, ia menilai partai-partai politik tidak mampu mencetak kader sesuai fungsinya. Menurutnya kredibilitas partai diragukan dalam kaderisasi.

"Sampai saat ini kan partai-partai enggak mampu memunculkan calon (Kaderisasi) terbaiknya. Ini kan pertaruhan," terangnya.

Lasiono menilai masyarakat sekarang sudah cerdas menentukan pilihannya. Ia menyebut masyarakat Surabaya bisa menilai pasangan Eri Cahyadi-Armuji melalui rekam jejak kinerja.

"Masyarakat sekarang sudah cerdas, tinggal menilai apakah Eri selama lima tahun ini sesuai dengan keinginan masyarakat Surabaya atau tidak. Masyarakat yang akan menentukan pilihannya," tutupnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.

Wujudkan Gerakan Indonesia ASRI, Kader GMD Jatim Bersih-bersih Pantai dan Bagikan Sembako di Probolinggo

Para kader berharap nilai gotong royong dan kesadaran menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat terus diperkuat oleh masyarakat lokal secara berkelanjutan.

Bawa Kukis Black ke PRJ Surabaya 2026, Kokola Tawarkan Promo Serba Rp10 Ribu hingga Emas

Fian berharap PRJ Surabaya terus berlangsung dan semakin berkembang. Area festival bisa diperluas dan melibatkan para UMKM.

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Greget Mama, Ini Rincian Lengkapnya

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.