Jumat, 05 Jun 2026 05:06 WIB

Krisdayanti Mundur dari Pencalonan Wali Kota Batu, Begini Tanggapan Pengamat!

Krisdayanti saat dapat Rekom PDIP untuk Pilkada 2024
Krisdayanti saat dapat Rekom PDIP untuk Pilkada 2024

selalu.id - Terkait dengan keputusan Krisdayanti yang mundur dari kontestasi Pilkada 2024 sebagai calon Wali Kota Batu, Pakar sekaligus pengamat politik Surokim Abdussalam merespon keputusan tersebut secara tanggap.

Menurutnya, mundur setelah mendapatkan rekomendasi partai besar seperti PDI Perjuangan adalah hal yang sangat tidak lazim dan bisa menimbulkan kekecewaan mendalam, baik di kalangan partai maupun masyarakat pendukung.

"Saya heran, sudah dapat rekomendasi, punya peluang besar menang, kok malah mundur dari gelanggang? Aneh bin ajaib. Ini di luar kebiasaan, tidak lazim, dan perlu dicari tahu alasan sebenarnya. Partai pasti kecewa, karena sudah memberikan kepercayaan besar yang akhirnya disia-siakan," ungkapnya kepada selalu.id saat dikonfirmasi via selular, Jumat (23/8/2024).

Surokim menilai, pengambilan keputusan dari Krisdayanti ini seolah hanya menikmati zona nyaman sebagai politisi tanpa keinginan untuk mengambil risiko. Surokim juga menyebut Krisdayanti hanya bermain aman.

"Sepertinya tidak bermental politisi tulen. Krisdayanti terlihat hanya ingin main aman. Ya, memang itu hak pribadi, tapi seharusnya sejak awal ia bisa memberi sinyal tidak ingin maju, daripada mundur setelah rekomendasi resmi diumumkan," terang peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.

Sekadar diketahui, keputusan Krisdayanti tersebut, sontak menjadi sorotan publik, terlebih karena ia telah mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai kepala daerah, yang notabenenya bukanlah hal yang mudah bagi lainnya.

Meski begitu, PDI Perjuangan sendiri, selain Krisdayanti, juga mempertimbangkan beberapa nama lain seperti Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan politisi muda Dicky Sulaiman. Kini, dengan mundurnya Krisdayanti, PDI Perjuangan kembali harus memikirkan strategi baru di Pilkada Batu 2024.

"Kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi partai agar lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi dan memastikan komitmen calon sejak awal," jelas Surokim.

Padahal, baru saja diumumkan sebagai bakal calon Wali Kota Batu oleh PDI Perjuangan, Krisdayanti mendadak memutuskan mundur dari pencalonan, hanya beberapa jam setelah namanya dipastikan akan berpasangan dengan Kresna Dewanata Phrosakh dari Partai NasDem.

Keputusan ini ia umumkan melalui unggahan Insta Story di Instagram pribadinya @krisdayantilemos, Kamis malam (22/8/2024).

"Dengan kerendahan hati, saya memohon maaf untuk tidak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batu. Saya sampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada partai PDI Perjuangan, Ibu Ketua Umum, dan masyarakat Kota Batu," tulis Krisdayanti dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Misteri Keangkeran Jembatan Cangar: Dari Sosok Hantu Penunjuk Jalan, Juga Jadi Tempat Bertapa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.