Selasa, 21 Jul 2026 22:07 WIB

Krisdayanti Mundur dari Pencalonan Wali Kota Batu, Begini Tanggapan Pengamat!

Krisdayanti saat dapat Rekom PDIP untuk Pilkada 2024
Krisdayanti saat dapat Rekom PDIP untuk Pilkada 2024

selalu.id - Terkait dengan keputusan Krisdayanti yang mundur dari kontestasi Pilkada 2024 sebagai calon Wali Kota Batu, Pakar sekaligus pengamat politik Surokim Abdussalam merespon keputusan tersebut secara tanggap.

Menurutnya, mundur setelah mendapatkan rekomendasi partai besar seperti PDI Perjuangan adalah hal yang sangat tidak lazim dan bisa menimbulkan kekecewaan mendalam, baik di kalangan partai maupun masyarakat pendukung.

"Saya heran, sudah dapat rekomendasi, punya peluang besar menang, kok malah mundur dari gelanggang? Aneh bin ajaib. Ini di luar kebiasaan, tidak lazim, dan perlu dicari tahu alasan sebenarnya. Partai pasti kecewa, karena sudah memberikan kepercayaan besar yang akhirnya disia-siakan," ungkapnya kepada selalu.id saat dikonfirmasi via selular, Jumat (23/8/2024).

Surokim menilai, pengambilan keputusan dari Krisdayanti ini seolah hanya menikmati zona nyaman sebagai politisi tanpa keinginan untuk mengambil risiko. Surokim juga menyebut Krisdayanti hanya bermain aman.

"Sepertinya tidak bermental politisi tulen. Krisdayanti terlihat hanya ingin main aman. Ya, memang itu hak pribadi, tapi seharusnya sejak awal ia bisa memberi sinyal tidak ingin maju, daripada mundur setelah rekomendasi resmi diumumkan," terang peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini.

Sekadar diketahui, keputusan Krisdayanti tersebut, sontak menjadi sorotan publik, terlebih karena ia telah mendapatkan rekomendasi untuk maju sebagai kepala daerah, yang notabenenya bukanlah hal yang mudah bagi lainnya.

Meski begitu, PDI Perjuangan sendiri, selain Krisdayanti, juga mempertimbangkan beberapa nama lain seperti Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan politisi muda Dicky Sulaiman. Kini, dengan mundurnya Krisdayanti, PDI Perjuangan kembali harus memikirkan strategi baru di Pilkada Batu 2024.

"Kejadian ini bisa menjadi pelajaran penting bagi partai agar lebih berhati-hati dalam memberikan rekomendasi dan memastikan komitmen calon sejak awal," jelas Surokim.

Padahal, baru saja diumumkan sebagai bakal calon Wali Kota Batu oleh PDI Perjuangan, Krisdayanti mendadak memutuskan mundur dari pencalonan, hanya beberapa jam setelah namanya dipastikan akan berpasangan dengan Kresna Dewanata Phrosakh dari Partai NasDem.

Keputusan ini ia umumkan melalui unggahan Insta Story di Instagram pribadinya @krisdayantilemos, Kamis malam (22/8/2024).

"Dengan kerendahan hati, saya memohon maaf untuk tidak mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batu. Saya sampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada partai PDI Perjuangan, Ibu Ketua Umum, dan masyarakat Kota Batu," tulis Krisdayanti dalam unggahan tersebut.

Baca Juga: Misteri Keangkeran Jembatan Cangar: Dari Sosok Hantu Penunjuk Jalan, Juga Jadi Tempat Bertapa

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.