Kamis, 03 Sep 2026 15:45 WIB

KPU Surabaya Dongkrak Partisipasi Masyarakat di Pilwali 2024, Begini Caranya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Jul 2024 11:26 WIB
Kantor KPU Surabaya
Kantor KPU Surabaya

selalu.id - KPU Surabaya menyebut partisipasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selama empat periode berturut-turut hanya mencapai 50 Persen.

Hal itu disampikan Ketua KPU Surabaya Soeprayitno.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

"Sejak Pilkada tahun 2005,2010,2015, hingga 2020, capaian partisipasi hanya 54 persen," ujarnya.

Ia menyebut angka tersebut berbanding jauh dengan partisipasi pemilih Pemilu pilpres maupun Pileg yang hampir 75 persen. Menurutnya, hal ini cukup berat dengan catatan partisipsi pilkada.

"Ada disparitas jauh dibanding partisipasi Pemilu selalu mendekati 75 persen," kata Nano sapaan akrabnya, Minggu (28/7/2024).

Meski begitu, Nano meminta masyarakat turut membantu untuk ikut menggaungkan ajakan menggunakan hak pilih saat Pilkada 27 November 2024 nanti.

"Mohon anda bisa jadi agen informasi untuk menyampaikan 27 November 2024 adalah hari coblosan (pemungutan suara)," ungkapnya.

"Nah untuk mengerek (menarik) angka capaian (Pilkada) itu lebih tinggi diantaranya, sosialisasi itu yang kita masifkan. Selain itu saat hari pemungutan diliburkan, kami mengimbau silakan jangan lupa gunakan hak pilih," tambahnya.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Menurutnya, Pemilihan Presiden, wakil presiden, dan legislatif, lebih punya daya tarik atau magnet bagi masyarakat, sehingga mayoritas menggunakan hak pilihnya. Namun, berbeda di pilkada 2024 ini, partisipasi yang sedikit, itu tak hanya terjadi di Surabaya, tapi juga kabupaten dan kota lain bahkan juga di Provinsi Jawa Timur.

"Tapi seperti disampaikan pimpinan kami di provinsi, harapannya (partisipasi pemilih Pilkada) lebih tinggi syukur-syukur bisa 65 persen bahkan bisa menyamai partisipasi Pemilu 2024," ucapnya.

Sementara Choirul Umam Komisioner KPU Jatim Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan menarget, capaian partisipasi pemilih harus bisa naik menjadi 65 persen kali ini di Surabaya.

Berkaca dari 2020 saat pandemi lalu, capaiannya 53 persen bisa meningkat lebih tinggi 0,85 persen dibandingkan periode sebelumnya 2015.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

"InsyaAllah Pilkada 2024 ini berbekal pengalaman Pemilu kemarin, InsyaAllah Pilkada, parmasnya (partisipasi masyarakatnya) akan naik," katanya.

Ia mengimbau partai politik berani menyuguhkan calon kepala daerah sebanyak mungkin untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

"Pilkada itu gak bisa naik parmasnya kalau keamanannya tidak terjamin. Parmas juga gak bisa naik kalau parpolnya gak berani menyuguhkan calon sebanyak mungkin," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.