Minggu, 19 Jul 2026 19:25 WIB

KPU Surabaya Dongkrak Partisipasi Masyarakat di Pilwali 2024, Begini Caranya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Jul 2024 11:26 WIB
Kantor KPU Surabaya
Kantor KPU Surabaya

selalu.id - KPU Surabaya menyebut partisipasi pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selama empat periode berturut-turut hanya mencapai 50 Persen.

Hal itu disampikan Ketua KPU Surabaya Soeprayitno.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

"Sejak Pilkada tahun 2005,2010,2015, hingga 2020, capaian partisipasi hanya 54 persen," ujarnya.

Ia menyebut angka tersebut berbanding jauh dengan partisipasi pemilih Pemilu pilpres maupun Pileg yang hampir 75 persen. Menurutnya, hal ini cukup berat dengan catatan partisipsi pilkada.

"Ada disparitas jauh dibanding partisipasi Pemilu selalu mendekati 75 persen," kata Nano sapaan akrabnya, Minggu (28/7/2024).

Meski begitu, Nano meminta masyarakat turut membantu untuk ikut menggaungkan ajakan menggunakan hak pilih saat Pilkada 27 November 2024 nanti.

"Mohon anda bisa jadi agen informasi untuk menyampaikan 27 November 2024 adalah hari coblosan (pemungutan suara)," ungkapnya.

"Nah untuk mengerek (menarik) angka capaian (Pilkada) itu lebih tinggi diantaranya, sosialisasi itu yang kita masifkan. Selain itu saat hari pemungutan diliburkan, kami mengimbau silakan jangan lupa gunakan hak pilih," tambahnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Menurutnya, Pemilihan Presiden, wakil presiden, dan legislatif, lebih punya daya tarik atau magnet bagi masyarakat, sehingga mayoritas menggunakan hak pilihnya. Namun, berbeda di pilkada 2024 ini, partisipasi yang sedikit, itu tak hanya terjadi di Surabaya, tapi juga kabupaten dan kota lain bahkan juga di Provinsi Jawa Timur.

"Tapi seperti disampaikan pimpinan kami di provinsi, harapannya (partisipasi pemilih Pilkada) lebih tinggi syukur-syukur bisa 65 persen bahkan bisa menyamai partisipasi Pemilu 2024," ucapnya.

Sementara Choirul Umam Komisioner KPU Jatim Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan menarget, capaian partisipasi pemilih harus bisa naik menjadi 65 persen kali ini di Surabaya.

Berkaca dari 2020 saat pandemi lalu, capaiannya 53 persen bisa meningkat lebih tinggi 0,85 persen dibandingkan periode sebelumnya 2015.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

"InsyaAllah Pilkada 2024 ini berbekal pengalaman Pemilu kemarin, InsyaAllah Pilkada, parmasnya (partisipasi masyarakatnya) akan naik," katanya.

Ia mengimbau partai politik berani menyuguhkan calon kepala daerah sebanyak mungkin untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

"Pilkada itu gak bisa naik parmasnya kalau keamanannya tidak terjamin. Parmas juga gak bisa naik kalau parpolnya gak berani menyuguhkan calon sebanyak mungkin," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.