Sabtu, 06 Jun 2026 10:58 WIB

Pemkot Surabaya Tambah Anggaran Karang Werda

Pentas Seni Karang Werda
Pentas Seni Karang Werda

selalu.id - Pemkot Surabaya menambah anggaran Karang Werda, sebagai upaya pendampingan dan pemberdayaan bagi para lanjut usia (lansia).

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, penambahan anggaran akan disesuaikan dengan kegiatan di masing-masing Karang Werda. Dengan penambahan anggaran tersebut, pertemuan para lansia atau kegiatan bisa dilakukan empat kali dalam satu bulan.

"Alhamdulilah sejak bulan ini (Juni), anggaran yang semula untuk satu kali pertemuan atau kegiatan dalam satu bulan, bisa meningkat menjadi empat kali. Jadi nanti untuk anggaran konsumsinya akan kita siapkan," papar Eri.

Wali Kota Eri berharap, dengan adanya anggaran yang bertambah membuat para lansia lebih bahagia karena bisa sering bertemu dengan teman-temannya. Menurutnya, bila para lansia bahagia maka akan berimbas pada kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Pahlawan.

"Dengan banyak bertemu, harapannya para lansia lebih banyak bahagia dan umurnya akan lebih panjang. Itu menjadi tujuan kita," harap Wali Kota Eri.

Selain penambahan anggaran untuk Karang Werda, Wali Kota Eri juga menerangkan kegiatan pemberdayaan lansia lainnya yang dilakukan Pemkot Surabaya adalah Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Kegiatan yang dilakukan satu bulan sekali itu, menyasar lansia di setiap kecamatan se-Surabaya.

"Selain kegiatan di Karang Werda, kita juga buka Sekolah Lansia Tangguh atau Selantang yang dilakukan satu bulan sekali. Lansia itu tidak butuh apa-apa, keinginannya hanya berkumpul bersama teman-temannya," ungkap Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Surabaya.

Kemudian, Wali Kota Eri menambahkan bahwa Pemkot Surabaya akan terus mendukung dan mendorong setiap Karang Werda terlibat aktif dalam perlombaan. Seperti yang dilakukan Karang Werda Wiguna Karya Kebonsari, Kelurahan Jambangan yang baru saja menyabet juara tingkat provinsi.

"Kita dukung terus, akan difasilitasi setiap mereka ingin latihan atau kumpul-kumpul. Potensi-potensi yang baik di Karang Werda harus ditampilkan," imbuhnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Eri juga mengapresiasi kegiatan Pentas Seni yang digelar Karang Werda Wiguna Karya Kebonsari hari ini. Sebab, para lansia masih tampil penuh semangat untuk menyanyi dan menari.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, pihaknya melakukan penambahan anggaran untuk 153 Karang Werda yang tersebar di setiap kelurahan.

"Kalau untuk anggaranya akan menyesuaikan kegiatan masing-masing. Karena, keinginan di setiap Karang Werdakan berbeda-beda, bisa jadi kegiatan Karang Werda di Kelurahan Pangesangan akan berbeda dengan Kelurahan Kebonsari, meskipun satu kecamatan. Jadi kegiatan-kegiatan itu yang kita fasilitasi," ungkap Anna.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.