Senin, 15 Jul 2024 04:08 WIB

Satpol PP Surabaya Tertibkan Reklame Tak Berizin, 20 Unit Berhasil Dicopot

  • Reporter : Ade Resty
  • | Minggu, 23 Jun 2024 09:07 WIB
Penertiban salah satu papan reklame

Penertiban salah satu papan reklame

selalu.id - Satpol PP Surabaya kembali menggelar penertiban papan reklame tak berizin, Sabtu (22/6/2024). Selain tak berizin, penertiban juga menyasar papan reklame yang sudah habis masa tayang. 

Tercatat sebanyak 20 reklame tak berizin berhasil ditertibkan di kawasan Jalan Rajawali dan Veteran.

Baca Juga: Sambut Agustus, Kader PDIP Surabaya Kompak Kerja Bakti Bareng Masyarakat

"Kami sudah lakukan pembongkaran papan reklame, sesuai dengan permintaan bantuan penertiban yang telah dilayangkan oleh Bapenda Surabaya kepada Satpol PP," kata Ketua Tim Kerja Penindakan Satpol PP Surabaya, Agnis Juistityas, Minggu (23/6/2024).

Agnis menegaskan, tindakan penertiban yang dilakukan tersebut sebagai bentuk upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda). 

"Penertiban reklame yang kami lakukan ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 5 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Reklame, sehingga kami tidak tegas berupa pembongkaran," tegasnya. 

Ia melanjutkan, reklame yang diterbitkan, antara lain papan reklame Perseroan Terbatas (PT), papan reklame usaha salon, papan reklame showroom kendaraan bermotor, serta papan reklame kantor asuransi. 

Baca Juga: Awas! Parkir Liar di Kota Lama Surabaya Bakal Digembok

"Kami juga menertibkan reklame toko jamu, cafe, dan juga outlet minuman kekinian, pembongkaran reklame ini karena izin masa pemasangan telah habis," lanjutnya.

Sementara itu, salah satu staf Bapenda Kota Surabaya, Gembong Suseno menyampaikan, sebelum melakukan penertiban, pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan (SP) satu kepada pemilik usaha. 

"Kami sudah memberikan surat pemberitahuan kepada yang bersangkutan, setelah itu kami beri stiker silang, selanjutnya pembongkaran," kata Gembong.

Baca Juga: Awas! Parkir Liar di Kota Lama Surabaya Bakal Digembok

Gembong menegaskan, pihaknya secara masif melakukan penertiban reklame. Hal ini sebagai tindakan tegas dalam menertibkan reklame yang tidak memenuhi syarat-syarat perizinan dan pembayaran pajak. 

"Kegiatan penertiban ini akan terus berlanjut, maka dari itu bagi wajib pajak kami harap untuk lebih patuh mengurus izinnya," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto