Kamis, 22 Okt 2026 05:25 WIB

Labschool Unesa 3 Surabaya Pamerkan Karya Siswa di Mal Ciputra World

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Jun 2024 14:00 WIB
Foto: Pameran P5 siswa Labschool Unesa
Foto: Pameran P5 siswa Labschool Unesa

selalu.id - Sekolah Menengah Pertama Labschool Unesa 3 Surabaya menggelar pameran karya siswa-siswinya di mal Ciputra Wolrd, Surabaya, Rabu (5/6/2024) kemarin.

Kegiatan tersebut guna memberikan fasilitas sesuai bakat dan potensi peserta didiknya lewat gelar proyek kelulusan kelas 9.

Hal ini juga sebagai penerapan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dari kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Kepala SMP Labschool Unesa 3 Dian Hijrah Saputra mengatakan  mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil karya yang dikerjakan oleh peserta didik kelas 9, mulai dari membuat produk parfum, cindera mata, makanan hingga game

"Mereka harus bertanggung jawab dengan karyanya sendiri, melalui presentasinya karena ada juri yang bertanya dan saya lihat pertanyaan-pertanyaannya benar-benar detail artinya kalau pekerjaannya itu tidak plagiat," ucapnya.

Dian meyakini penggelaran ini jawaban yang dilontarkan para peserta didik sangat baik serta detail.

"Saya yakin itu menuntut untuk setiap siswa benar-benar serius mengerjakan pekerjaannya sendiri," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap lulusan SMP Labschool Unesa 3 tidak hanya memahami teori pembelajaran namun juga dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Apa yang mereka dapatkan dari Kurikulum Mereka Belajar di sekolah mungkin bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari melakui hasil karya dari anak-anak," tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan pameran P5 tersebut bisa menunjukkan kecintaan peserta didik terhadap negara Indonesia melalui inovasi dan kreativitas.

Sementara itu, salah seorang peserta didik bernama Salma Naafi Taskiah yang membuat produk parfum mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut, bahkan mempersiapkannya dengan semangat.

"Pembuatannya memang cuma satu hari saja, tapi yang paling lama itu mengumpulkan bahan-bahannya karena ini organik," ucapnya.

Kenapa memilih produk tersebut, kata dia, karena saat memilih parfum selalu kurang cocok dengan dirinya.

"Jadi biasanya buat kulit iritasi. Jadi saya membuat parfum yang baik di kulit, itu juga terasa nyaman dan tahan lama," katanya.

Sementara, saudara kembarnya yang bernama Salwa Nuuri Sakinah juga membuat produk cindera mata, berupa manik-manik gelang dan seni lukis di cermin.

"Saya memang suka dari dulu membuat kerajinan tangan, beda dengan Salma, saya lebih ke seni," katanya.

Baca Juga: Gelar Karya Siswa, Keseriusan SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dalam Majukan Dunia Pendidikan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.