Kamis, 23 Jul 2026 12:31 WIB

Pemulung Mojokerto Naik Haji bersama Istri, Begini Kisahnya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Jun 2024 14:14 WIB

Selalu.id - Seorang pemulung asal Mojokerto Jawa Timur ini sempat pesemis bisa berangkat ke tanah suci untuk menuaikan kewajiban rukun islam kelima.

Kini pemulung tersebut Khumaidi Katijan (49) ini bersama istri tercintahya Siti Fatimah (45) tak menyangka bisa berangkat ke tanah suci menuaikan ibadah haji di tahun 2024 ini.

Baca Juga: Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Khumaidi yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo ini merasa bahagia karena dapat berangkat berhaji setelah sempat tertunda selama tiga tahun karena pandemi. 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur tahun ini dipanggil untuk berhaji ke Baitullah,” ungkapnya.

Seharusnya, bapak dua anak ini, Khumaidi dan istri semestinya berangkat haji pada tahun 2021 namun saat itu penyelenggaraan ibadah haji ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Khumaidi menceritakan keinginan untuk pertama kali mendaftar haji datang dari sang istri. Awalnya dia sempat pesimis karena merasa hanya seorang pemulung. 

“Saya ini cuma pemulung barang bekas, biaya haji kan mahal apalagi kalau berdua,” ujarnya. 

Baca Juga: Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Rupanya keinginan sang istri tersebut tak dianggap sebelah mata oleh Khumaidi meski baginya itu bukan hal mudah.

“Pada tahun 2011 itu kebetulan tabungan kami sudah terkumpul 10 juta. Awalnya ingin saya belikan tanah kecil-kecilan tetapi saya ingat kalau istri ingin berangkat haji. Dibantu dana talangan, akhirnya saya bisa mendaftar haji,” terang Khumaidi.

Setelah mendaftar haji, Khumaidi berusaha menabungkan sebagian besar pendapatannya untuk persiapan dana pelunasan. 

“Dari memulung, saya bisa memperoleh uang penghasilan seratus ribu atau kalau sedang sepi ya kurang dari seratus ribu perhari,” kenangnya.

Baca Juga: Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Lanjut Khumaidi, dari penghasilan tersebut, ia pergunakan 25 ribu untuk keperluan sehari-hari sedangkan sisanya ia sisihkan sebagai tabungan haji.

Untuk menambah penghasilannya, Khumaidi dan istrinya sempat mempunyai usaha membuat batu merah. Meski cukup membantu perekonomiannya, usaha ini sudah berhenti semenjak 4 tahun lalu karena tanahnya sudah habis.

Khumaidi dan istrinya tergabung dengan kloter 65. Mereka telah terbang ke tanah suci pada Rabu (29/5/2024) pukul 14.10 WIB.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.