Rabu, 19 Jun 2024 23:31 WIB

Pemulung Mojokerto Naik Haji bersama Istri, Begini Kisahnya

  • Reporter : Ade Resty
  • | Minggu, 02 Jun 2024 14:14 WIB

Selalu.id - Seorang pemulung asal Mojokerto Jawa Timur ini sempat pesemis bisa berangkat ke tanah suci untuk menuaikan kewajiban rukun islam kelima.

Kini pemulung tersebut Khumaidi Katijan (49) ini bersama istri tercintahya Siti Fatimah (45) tak menyangka bisa berangkat ke tanah suci menuaikan ibadah haji di tahun 2024 ini.

Baca Juga: DPR RI Tingkatkan Pengawasan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2024

Khumaidi yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo ini merasa bahagia karena dapat berangkat berhaji setelah sempat tertunda selama tiga tahun karena pandemi. 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur tahun ini dipanggil untuk berhaji ke Baitullah,” ungkapnya.

Seharusnya, bapak dua anak ini, Khumaidi dan istri semestinya berangkat haji pada tahun 2021 namun saat itu penyelenggaraan ibadah haji ditiadakan karena pandemi Covid-19.

Khumaidi menceritakan keinginan untuk pertama kali mendaftar haji datang dari sang istri. Awalnya dia sempat pesimis karena merasa hanya seorang pemulung. 

“Saya ini cuma pemulung barang bekas, biaya haji kan mahal apalagi kalau berdua,” ujarnya. 

Baca Juga: Kisah Nur Hasanah, Penjual Krupuk Asal Probolinggo yang Berhasil Naik Haji

Rupanya keinginan sang istri tersebut tak dianggap sebelah mata oleh Khumaidi meski baginya itu bukan hal mudah.

“Pada tahun 2011 itu kebetulan tabungan kami sudah terkumpul 10 juta. Awalnya ingin saya belikan tanah kecil-kecilan tetapi saya ingat kalau istri ingin berangkat haji. Dibantu dana talangan, akhirnya saya bisa mendaftar haji,” terang Khumaidi.

Setelah mendaftar haji, Khumaidi berusaha menabungkan sebagian besar pendapatannya untuk persiapan dana pelunasan. 

“Dari memulung, saya bisa memperoleh uang penghasilan seratus ribu atau kalau sedang sepi ya kurang dari seratus ribu perhari,” kenangnya.

Baca Juga: Pesawat Putar Balik Turunkan Satu Jemaah Haji di Surabaya, Ini Penyebabnya

Lanjut Khumaidi, dari penghasilan tersebut, ia pergunakan 25 ribu untuk keperluan sehari-hari sedangkan sisanya ia sisihkan sebagai tabungan haji.

Untuk menambah penghasilannya, Khumaidi dan istrinya sempat mempunyai usaha membuat batu merah. Meski cukup membantu perekonomiannya, usaha ini sudah berhenti semenjak 4 tahun lalu karena tanahnya sudah habis.

Khumaidi dan istrinya tergabung dengan kloter 65. Mereka telah terbang ke tanah suci pada Rabu (29/5/2024) pukul 14.10 WIB.

Editor : Redaksi