Selasa, 21 Jul 2026 22:24 WIB

Menantu Pakde Karwo Disebut Berpotensi Dampingi Eri Cahyadi di Pilwali 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 25 Apr 2024 18:00 WIB
Foto: Direktur ARCI Baihaki Sirajt
Foto: Direktur ARCI Baihaki Sirajt

selalu.id - Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei elektabilitas jika Eri Cahyadi-Armjui pecah kongsi dalam kontestasi Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Surabaya 2024.

ARCI pun mensurvei nama-nama yang digadang bakal maju menjadi calon Pilwali 2024. Hasilnya Eri Cahyadi menjadi nama dengan elektabilitas tertinggi. Sementara Armuji berada di bawah Eri.

Direktur ARCI Baihaki Sirajt mengatakan jika Eri Cahyadi dan Armuji pecah kongsi, maka ada sejumlah nama yang berpotensi jadi wakil keduanya.

"Kami lakukan simulasi jika Eri Cahyadi-Armuji pecah kongsi. Hasilnya Eri masih unggul ketika dipasangkan dengan sejumlah nama," kata Baihaki di Surabaya, Kamis (25/4/2024).

Dalam simulasi ARCI, Eri Cahyadi dipasangkan dengan Ketua Pro Jokowi (Projo) Jatim, Bayu Airlangga yang juga menantu Mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo alias Pakde Karwo . Sementara Armuji dipasangkan dengan Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono (Awik).

Lalu ada satu simulasi pasangan lagi yakni eks Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan dan Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti.

Hasilnya, elektabilitas Eri Cahyadi-Bayu Airlangga di angka 51,3 persen. Kemudian Armuji-Adi Sutarwijono 25,5 persen. Hendro Gunawan-Reni Astuti 19,6 persen. Ada 3,6 persenresponden yang belum menjawab.

"Eri Cahyadi-Bayu Airlangga sangat kompetitif berduet di Pilwali Surabaya 2024. Dalam simulasi kami angka Eri-Bayu di atas Armuji-Adi Sutarwijono dan Hendro-Reni," jelas Baihaki.

Dalam survei ARCI untuk calon wali kota (cawali), elektabilitas Eri Cahyadi di angka 46,2 Persen m. Kemudian Armuji di angka 11,7 persen Reni Astuti 9,2 persen, Bayu Airlangga 8,7 persen.

Kemudian, Hendro Gunawan 7,1 persen, Musyafa' Rouf 4,2 persen, Lucy Kurniasari 4,1 persen, Adi Sutarwijono 2,7 persen, Cahyo Harjo 1,8 persen,Arif Fathoni 1,3 perse. Erik Komala 0,5, Agus Mashuri 0,3 persen m. Ada 2,2 persen responden yang belum menentukan pilihan.

Sementara survei ARCI untuk Calon Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji berada di urutan teratas di angka 37,8 persen. Kemudian Reni Astuti 17,5 persen, Bayu Airlangga 14,4 persen, Musyafa' Rouf 8,5 persenx Cahyo Harjo 7,8 persen, Arif Fathoni 4,8 persen Erik Komala 3,1 persen, Agus Mashuri 2,7 persen Ada 3,4 persen,responden belum menentukan pilihan.

Survei ARCI dilakukan pada 15-21 April 2024. Survei ini dilakukan di 31 kecamatan. Total ada 1.200 responden, dengan tingkat margin of error di angka 2,8 persen dan tingkat kepercayaan di angka 95 persen.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.