Rp1 Triliun Disiapkan untuk Penanganan Genangan Surabaya, Sasar 200 Titik Lokasi
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 16 Agu 2026 10:10 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk penanganan genangan pada 2027.
Anggaran tersebut akan difokuskan pada sekitar 200 titik genangan yang dinilai menjadi prioritas dari lebih dari 400 titik yang masih menjadi perhatian Pemkot Surabaya.
Baca Juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Rencana tersebut tertuang dalam Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang disepakati Pemkot bersama DPRD Kota Surabaya.
Kesepakatan itu ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pimpinan DPRD Kota Surabaya dalam Rapat Paripurna Persetujuan Bersama di Gedung DPRD Kota Surabaya, Jumat (14/8/2026) lalu.
Eri mengatakan, penanganan genangan menjadi salah satu dari tiga prioritas utama pembangunan Surabaya pada 2027. Dua prioritas lainnya yakni pengaspalan jalan dan penerangan jalan umum (PJU).
“Jadi 2027 terkait pengaspalan jalan. Yang kedua terkait penerangan jalan umum. Yang ketiga, (penanganan) genangan air,” kata Eri,
Menurut Eri, Pemkot tidak akan membagi anggaran secara merata ke seluruh titik genangan. Penanganan akan diarahkan ke lokasi yang telah ditentukan agar hasilnya dapat diukur.
“Tidak bisa menyentuh semuanya, maka kita pastikan genangan airnya itu di mana, titik yang berkurang mana saja,” ujarnya.
Dari sekitar 400 hingga lebih dari 450 titik yang masih menjadi perhatian, Pemkot memperkirakan sekitar 200 titik akan mendapat intervensi pada 2027.
Eri menyebut jumlah titik genangan di Surabaya sebenarnya terus menurun. Jika sebelumnya mencapai sekitar 700 titik, kini jumlahnya disebut telah turun menjadi sekitar 400 titik.
“Jadi dari tahun sebelumnya 700 (titik), turun jadi 400 titik. Jadi 200 titik perkiraan kita yang akan kita sentuh,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang HUT RI, DPRD Surabaya Soroti Minimnya Bendera Merah Putih di Pertokoan
Menariknya, Pemkot Surabaya juga akan menggunakan hasil intervensi tersebut sebagai dasar evaluasi.
Artinya, titik yang telah ditangani nantinya akan kembali dipantau untuk memastikan apakah benar-benar terbebas dari genangan atau hanya mengalami pengurangan.
“Maka harus kita tentukan titik-titiknya, sehingga nanti ke depannya ada evaluasi benar enggak titik itu terlepas dari titik ada genangan atau tidak,” kata Eri.
Sejumlah kawasan yang masuk perhatian Pemkot untuk penanganan 2027 antara lain Simo Kalangan, Tanjungsari, Margorejo, Jemursari, Medokan Semampir hingga kawasan Jalan Raya Tenggilis Mejoyo, termasuk sekitar SMAN 14 Surabaya.
Untuk mendukung program tersebut, Eri menyebut anggaran penanganan genangan pada 2027 diproyeksikan lebih dari Rp1 triliun.
Baca Juga: Tak Cukup Jago Manajemen, Apecsi Minta Bos Baru KBS Punya Jiwa Konservasi
“Insyaallah Rp1 triliun lebih. Jadi ada titik-titiknya nanti kita sepakati,” ujarnya.
Selain penanganan genangan, Pemkot Surabaya memproyeksikan APBD 2027 berada di kisaran Rp15 triliun.
Namun, angka tersebut masih menunggu kepastian Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Jadi kita masih merencanakan dengan kembalinya TKD, termasuk dengan Dana Bagi Hasil yang akan diturunkan tahun ini. Jadi kita menghitung dengan tahun yang ini, sekaligus dengan perhitungan sebelumnya, maka kita sekitar Rp15 T-an,” kata Eri.
Di sektor infrastruktur, pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) juga tetap masuk dalam perencanaan Pemkot Surabaya pada 2027.
“JLLB ada yang kita tembuskan jalan,” pungkasnya.
